RM.id Rakyat Merdeka - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan dampak besar bagi perekonomian Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 saja mencapai Rp 5,2 triliun.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono dalam wawancara eksklusif dengan Rakyat Merdeka/RM.id di kantornya, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Maya mengatakan, manfaat ekonomi ajang balap internasional tersebut dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, petani, hingga ibu rumah tangga, memperoleh peluang pendapatan tambahan selama penyelenggaraan berlangsung.
“Saya juga sering berbicara langsung dengan pedagang UMKM di sekitar Mandalika,” kata Maya.
Ia mencontohkan, ada ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus keluarga, tetapi bekerja di sirkuit saat akhir pekan, terutama ketika MotoGP berlangsung. Ada pula pedagang yang mengaku pendapatan dari satu kali penyelenggaraan MotoGP bisa menghidupi keluarganya sampai enam bulan.
“Dampaknya memang besar. Ada nelayan yang bekerja di sirkuit saat MotoGP. Ada pula petani yang mengambil pekerjaan tambahan selama perhelatan,” ujarnya.
Menurut Maya, kesaksian masyarakat tersebut menunjukkan dampak finansial yang dirasakan langsung warga sekitar. MotoGP membuka kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terlibat dalam industri pariwisata.
Baca juga : Kasus Proyek Jalan Di Sumut, KPK Tetapkan 7 TSK Baru
Ia menilai, dampak ekonomi MotoGP juga perlu dilihat dari aktivitas yang berlangsung di luar hari balapan. InJourney memperhitungkan manfaat kegiatan sejak tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah perhelatan.
Aktivitas Ekonomi Makin Hidup
InJourney juga mengembangkan Mandalika agar aktivitas ekonominya tidak hanya bergantung pada MotoGP. Dari 365 hari dalam setahun, sekitar 200 hari di Sirkuit Mandalika telah terisi berbagai kegiatan. Selain MotoGP, kawasan tersebut menjadi lokasi ajang otomotif dan kegiatan olahraga lainnya. Di antaranya balap GT Fanatec, Pocari Run, Porsche Challenge, Lamborghini, dan Ducati.
Dia mencontohkan Pocari Run, misalnya, membawa sekitar 12.000 pelari beserta keluarga mereka ke Lombok. Berbagai kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha lokal.
Menurut Maya, InJourney juga sedang membangun sekolah otomotif bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan aktivitas otomotif sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Jadi, selalu ada aktivitas di Mandalika. MotoGP tidak hanya menjadi ajang balap, tetapi juga katalis yang menarik investor dengan skala lebih besar dan membuka jalan bagi berbagai ajang lainnya,” kata Maya.
Ia mengatakan, perubahan Mandalika tampak berkembang pesat dibandingkan lima tahun lalu. Kawasan yang sebelumnya relatif sepi, kini semakin ramai dengan pertumbuhan kafe, pedagang, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Menurut Maya, pengembangan destinasi harus memberikan manfaat sosial sekaligus menghasilkan nilai ekonomi. Karena itu, InJourney memasukkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat sekitar sebagai salah satu indikator kinerja utama direksi.
Baca juga : Amin Musafa: Malu, Negara Maritim Kecelakaan Berulang
Lebih lanjut Maya menjelaskan, ke depan, InJourney tidak hanya berfokus meningkatkan jumlah pengunjung MotoGP. Perusahaan juga ingin meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan setiap wisatawan.
Pada penyelenggaraan terakhir, jumlah pengunjung mencapai sekitar 127 ribu orang.
“Kami ingin meningkatkan nilai dampaknya. Artinya, pengeluaran rata-rata setiap pengunjung atau spending per pax perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk mendukung strategi tersebut, InJourney terus mengembangkan pilihan akomodasi di Mandalika. Alternatif yang disiapkan meliputi glamping, kapal atau live on board, serta rumah penduduk yang dijadikan tempat menginap atau homestay.
Perusahaan juga berencana meningkatkan fasilitas grandstand dengan memasang kanopi. Selain itu, rangkaian acara akan diperpanjang melalui konferensi, pertunjukan, dan kegiatan lainnya.
“Upaya tersebut diharapkan memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja mereka selama berada di Lombok,” harapnya.
Bangun Fasilitas Premium
Menurut Maya, InJourney juga turut menyiapkan pengembangan fasilitas premium untuk menarik investor. Rencana tersebut mencakup hotel, lapangan golf, fasilitas padel, dan konsep villa garage.
Baca juga : Sudjatmiko: Jangan Tunggu Jadi Bangkai, Baru Bergerak
Villa garage merupakan vila yang dilengkapi garasi bagi pemilik mobil mewah. Fasilitas ini dirancang agar pemilik kendaraan dapat menikmati pengalaman berkendara di sirkuit.
“InJourney membuka peluang kerja sama dengan investor melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Perusahaan berharap sebagian fasilitas tersebut dapat selesai tahun depan,” jelasnya.
Maya optimistis, pengembangan Mandalika dapat menghasilkan lompatan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun mendatang. Ia menyebut, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada semester I-2026 mencapai 10,4 persen. Padahal, saat mulai mengembangkan kawasan itu pada 2022, pertumbuhannya masih sekitar 5-6 persen.
“Dengan konsistensi yang terjaga, mungkin pertumbuhan tahun depan bisa mencapai belasan persen,” yakin Maya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.