BREAKING NEWS
 

Prospera Fase 2 Resmi Diluncurkan

Kemitraan RI & Australia, Dari Indomie Hingga OECD

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : FAZRY
Jumat, 23 Oktober 2026 06:30 WIB
Dari kiri, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong, dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat peluncuran Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto : LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pukulan gong menandakan peresmian peluncuran Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera), program kerja sama ekonomi unggulan Australia dengan Indonesia di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Program kemitraan pembangunan ekonomi tahap kedua ini, bernilai 420 juta dolar Australia (sekitar Rp 5.292 triliun, kurs Rp 12.600) untuk 10 tahun ke depan.

Kerja sama ini diresmikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Acara turut dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Di hadapan para menteri dan pejabat senior kedua negara, Menlu Australia Penny Wong membuka pidatonya dengan menegaskan kembali fondasi yang merawat hubungan kedua negara. Menurut Wong, Australia dan Indonesia berbagi ikatan persahabatan dan rasa saling menjaga sebagai tetangga dekat.

Wong mengutip ucapan Presiden Prabowo Subianto, saat mengumumkan Perjanjian Jakarta (Jakarta Treaty) pada November 2025.

“Mungkin saudara kita akan tetap jauh, tapi tetangga kita yang paling dekat, dan hanya tetangga yang baik yang akan saling membantu,” ucap Wong.

Baca juga : Pram Sulap Gedung Hibah Dari KPK Jadi Pos Damkar

Bagi Wong, ungkapan sederhana dari Presiden Prabowo tersebut merangkum seluruh esensi dari diplomasi kedua bangsa. Ungkapan tersebut menyentuh inti dari hubungan antara masyarakat dan Pemerintah kedua negara.

“Kalimat tersebut menegaskan kembali mengapa Prospera sangat penting bagi kita berdua. Sebab, sebagai tetangga, mitra dan sahabat, kita ingin terus memperkuat hubungan ini,” ujar Wong.

Kemitraan Prospera mengusung target-target besar. Program ini dirancang untuk mendukung ambisi Indonesia mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2045. Kerja sama ini membidik penguatan reformasi ekonomi, peningkatan produktivitas, serta dorongan terhadap investasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Wong menyebutkan beberapa kerja sama Australia dan Indonesia yang telah berjalan. Di antaranya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IA-CEPA) dan Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia menuju 2040 (INVESTED).

Adsense

Dalam lima tahun terakhir di bawah perjanjian tersebut, nilai perdagangan kedua negara melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 33 miliar dolar Australia (sekitar Rp 415 triliun, kurs Rp 12.600). Investasi kedua negara juga tumbuh 8,4 persen.

Baca juga : Imbas Kabut Asap, Runner Jogging Mengitari Mall

“Selain itu, anak-anak muda Australia sangat suka makan Indomie. Gandum dari Australia dikirim ke sini, lalu kami beli kembali dalam bentuk Indomie,” katanya.

Suahasil Nazara turut membagikan pengalaman personalnya selama berhubungan erat dengan komunitas Australia. Menurutnya, kepedulian Australia terhadap pembangunan di Indonesia selalu didasari oleh ketulusan.

“Setiap kali komunitas Australia berbicara tentang Indonesia, mereka berbicara dari hati. Indonesia bukan sekadar satu titik data analisis ekonomi,” ungkap Suahasil.

Kedekatan geografis yang tak bisa diubah ini juga digarisbawahi oleh Airlangga Hartarto. Dengan nada bersahabat, Airlangga menyambut baik perpanjangan program Prospera hingga tahun 2036.

“Seperti yang disampaikan Presiden, Indonesia dan Australia adalah tetangga karena takdir, neighbors by destiny. Kita tidak bisa mengubah takdir geografis ini,” tutur Airlangga.

Baca juga : Bantai Setan Merah, Como Naik Kasta

Airlangga menambahkan, kolaborasi ini sangat krusial untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Kedua negara bersiap menghadapi geopolitik, ketahanan pangan, transisi energi, sampai integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Airlangga mengapresiasi dukungan Negeri Kanguru terhadap proses aksesi Indonesia menuju Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Co-operation and Development/OECD), serta Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP).

Dia berharap, tim dari kedua negara dapat bekerja sama erat dalam Prospera Fase 2 ini.

“Keberhasilan Prospera Fase 2 tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan. Tetapi juga dari perbaikan berkelanjutan pada lembaga ekonomi Indonesia serta manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” pungkasnya. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 23 Oktober 2026 dengan judul "Prospera Fase 2 Resmi Diluncurkan Kemitraan RI & Australia, Dari Indomie Hingga OECD"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense