Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
RM.id Rakyat Merdeka - Como sudah mencetak sejarah, meski MU sedang terpuruk. Bukan hanya pelatih Cesc Fabregas, presiden Mirwan Suwarso dan keluarga Hartono juga bikin bangga.
Como 1907 berpesta. Klub milik keluarga Hartono itu membantai Manchester United 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Kemenangan ini menjadi kebanggaan bagi pendukung Como, sementara Michael Carrick harus meminta maaf setelah Setan Merah kembali terpuruk.
Nico Paz menjadi bintang dengan dua gol, masing-masing pada menit kedua dan ke-57. Tasos Douvikas menambah gol pada menit ke-49, sedangkan Jacobo Ramon melengkapi pesta tuan rumah pada menit ke-76. MU hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada menit ke-90+1.
Baca juga : Cedera Bahu Memburuk, Toprak Menutup Musim Lebih Cepat
Kemenangan tersebut menjadi gambaran perkembangan Como di bawah asuhan Cesc Fabregas. Klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di kasta bawah sepak bola Italia itu kini mampu mempermalukan salah satu nama besar Eropa.
Keberhasilan ini juga menjadi sorotan bagi Presiden klub Mirwan Suwarso dan Grup Djarum, yang berada di balik proyek pengembangan Como.
“Fabregas telah melampaui semua ekspektasi kami,” ujar Mirwan.
Baca juga : Masayu Anastasia, Didoakan Rujuk Dengan Lembu
Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi MU. Setan Merah memperpanjang rentetan tanpa kemenangan menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi, dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan.
Masalah MU terlihat sejak awal. Gol cepat Paz membuat tim tamu berada dalam tekanan. Setelah turun minum, pertahanan mereka kembali ditembus tiga kali, memperlihatkan rapuhnya organisasi permainan menghadapi agresivitas Como.
Carrick tidak berusaha mencari alasan setelah MU dipermalukan di Italia.
Baca juga : MSCI Mau Takut-takuti Kita, Prabowo Tidak Gentar
“Saya bertanggung jawab 100 persen atas tim secara keseluruhan dan performa yang ditampilkan. Tanggung jawab itu berhenti pada saya,” kata Carrick.
Ia juga mengakui penampilan MU tidak bisa diterima. “Saya sangat peduli kepada para suporter. Mereka adalah denyut nadi klub ini dan akan selalu demikian. Karena mereka sudah menempuh perjalanan jauh, saya harus meminta maaf atas penampilan tersebut,” kata Carrick.
“Tidak ada alasan apa pun. Ini tidak bisa diterima,” tutup eks gelandang itu. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya