BREAKING NEWS
 

Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Ingatkan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 24 Oktober 2026 20:15 WIB
Foto: Bank Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesehatan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial. Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam diskusi “Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta” yang digelar Bank Jakarta bersama None Jakarta 2026 dalam rangka Jakarta Financial Festival (FinFest) 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan.

Dalam diskusi yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) tersebut, None Jakarta 2026, Dokter Citra Poerwa, hadir sebagai narasumber utama bersama Pemimpin Grup Dana Ritel & Transaksional Bank Jakarta, Yuniar T. Manik, serta Corporate Credit Analyst Bank Jakarta, Dedi Akhmadi.

Dalam paparannya, Citra menjelaskan bahwa konsep sehat secara holistik mencakup tiga aspek, yakni kesehatan fisik, mental, dan sosial. Ketiganya saling berkaitan dalam menunjang kualitas hidup seseorang.

“Berdasarkan definisinya sendiri, sehat itu ada tiga aspek. Sehat fisik, sehat mental, dan juga sehat sosial. Jadi bukan semata-mata tubuhnya saja, tapi pikiran kita nih, mentalnya bagaimana dalam menghadapi sehari-hari dan juga sosial, interaksi dengan lingkungan sekitarnya,” kata Citra.

Baca juga : OJK Apresiasi Bank Jakarta yang Dorong Inklusi Keuangan dalam FinFest 2026

Citra menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak usia muda merupakan bentuk investasi jangka panjang agar seseorang tetap produktif hingga usia lanjut.

Untuk menjaga kebugaran fisik di tengah kesibukan kerja yang padat, ia menyarankan masyarakat untuk pandai memanfaatkan waktu luang dengan bergerak aktif secara konsisten.

Adsense

"Kalau fisik, aktivitas fisik tentunya harus dijaga. Kalau misalkan kita sekarang terlalu sibuk nih kerja, meeting sana sini, waktunya banyak habis di jalan, itu kan sebetulnya kita harus bisa yang namanya curi-curi waktu. Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit. Yang adem-adem aja di dalam kantor juga boleh, yang penting kita bergerak," tutur Citra.

Selain pergerakan fisik, mengontrol pola makan yang seimbang serta menyaring beban pikiran (mindful) turut memengaruhi kestabilan hidup harian.

Baca juga : Pemprov DKI, OJK, & Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Financial Festival 2026

Citra membeberkan bahwa tekanan atau stres finansial memiliki keterkaitan erat yang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental dan fisik seseorang.

"Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah. Nanti kalau misalkan dirasa sudah butuh bantuan profesional, jangan segan-segan untuk minta bantuan profesional," kata Citra.

Menanggapi pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi pelapis (sandwich generation) dalam membagi porsi finansial pribadi dan keluarga, Citra menyarankan agar selalu mengedepankan skala prioritas.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus diutamakan terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan sekunder maupun tersier.

Baca juga : AsetKu dan APFI Dukung Literasi Keuangan di Jakarta Financial Festival 2026

“Mungkin kalau dari saya, kalau saya mungkin lebih ke kebutuhan dasarnya dulu ya yang harus dipenuhi. Antara kebutuhan diri sendiri dan keluarga pasti ada kebutuhan dasarnya dulu nih, baru yang sekunder yang tersiernya,” ucap Citra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense