Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Pemprov DKI, OJK, & Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Financial Festival 2026
Jumat, 23 Oktober 2026 19:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perluasan akses keuangan bagi pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jakarta, dan industri jasa keuangan, program digitalisasi pasar inklusif berhasil menjangkau 93 pasar di Ibu Kota.
Capaian tersebut disampaikan dalam penutupan program digitalisasi pasar inklusif sekaligus pembukaan Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Acara ini dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Safrin Liputo, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Abisumawan Budianto, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta jajaran pimpinan industri jasa keuangan, perwakilan Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi keberhasilan program kolaboratif yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun tersebut.
Menurutnya, transformasi pasar rakyat di Jakarta telah menjangkau puluhan pasar sekaligus memperluas akses pedagang terhadap layanan keuangan formal secara berkelanjutan.
Baca juga : AsetKu dan APFI Dukung Literasi Keuangan di Jakarta Financial Festival 2026
Rano menjelaskan, program digitalisasi pasar tersebut kini resmi ditutup. Meski demikian, kegiatan serupa perlu terus dilanjutkan secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan oleh para pedagang.
Berdasarkan laporan program, digitalisasi pasar inklusif telah menjangkau 93 pasar, memfasilitasi pembukaan hampir 1.146 rekening, mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur, serta menghadirkan 139 agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) dan 1.283 merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Capaian tersebut mencerminkan antusiasme pelaku usaha dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.
Rano berharap, perluasan akses ini dapat membantu pedagang mengelola usaha dengan lebih baik, membuka peluang pembiayaan, serta meningkatkan daya saing.
Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan dan pemberdayaan secara konsisten untuk memastikan layanan keuangan yang telah tersedia benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi memaparkan bahwa DKI Jakarta menempati peringkat tertinggi di Indonesia dalam indeks literasi dan inklusi keuangan.
Baca juga : Bank Jakarta Raih Penghargaan PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 di JFF 2026
Indeks literasi keuangan Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 99,74 persen. Keduanya tercatat jauh di atas rata-rata nasional.
Kendati demikian, Edwin mengingatkan bahwa Jakarta masih menjadi wilayah dengan laporan aktivitas keuangan ilegal dan sengketa tertinggi kedua.
Karena itu, edukasi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal serta penerapan prinsip legal dan logis perlu terus diperkuat di tengah masyarakat.
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, Agus H. Widodo menegaskan bahwa kemajuan sektor jasa keuangan di Ibu Kota harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Agus, hal tersebut semakin penting seiring transformasi Jakarta menuju kota global.
Tantangan ke depan bukan hanya memperluas akses keuangan, melainkan juga memastikan masyarakat mampu memanfaatkannya secara bijak, produktif, dan aman.
Baca juga : Bank Jakarta Sabet Dua Penghargaan, Perkuat Daya Saing
Semangat tersebut sejalan dengan tema Jakarta Financial Festival 2026, yakni “Inklusi, Mengakselerasi Ekonomi Tumbuh”.
Melalui sinergi Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta, OJK, Bank Indonesia, dan Perumda Pasar Jaya, Jakarta Financial Festival 2026 diharapkan dapat memperluas edukasi keuangan, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan.
Dengan demikian, inklusi keuangan diharapkan turut memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya