RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi dibuka melemah 0,03 persen ke level Rp 18.085 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026) di level Rp 18.080.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,01 persen, yen Jepang naik 0,06 persen, won Korea Selatan melemah 0,07 persen, dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dan dolar Singapura melemah 0,01 persen.
Baca juga : Geopolitik Memanas, Rupiah Melemah Ke Rp 18.076
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,19 persen ke level 101,45.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia menguat 0,24 persen ke level Rp 12.715, terhadap poundsterling Inggris naik 0,42 persen ke level Rp 24.222, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 19.673.
Baca juga : Masih Melemah, Rupiah Dibuka Pada Level Rp 18.038
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan, antara lain akibat kekhawatiran terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel.
“Ditambah arus keluar dana asing di pasar saham domestik juga masih terus membebani rupiah,” jelasnya, Senin (26/10/2026).
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Level Rp 17.985 Per Dolar AS
Dia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 18.050 hingga Rp 18.150 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.