Dark/Light Mode

Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Perkuat Intervensi Pasar

Jumat, 16 Oktober 2026 10:09 WIB
Foto: Rizki Syahputra/RM
Foto: Rizki Syahputra/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi di pasar valuta asing (valas) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah mata uang Garuda menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

“Hal ini menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” kata Erwin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Baca juga : Rupiah Makin Merana, Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS

Ia mengatakan BI terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar bergerak sesuai fundamentalnya sekaligus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

Intervensi dilakukan melalui sejumlah instrumen, antara lain transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain intervensi di pasar valas, BI juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang guna mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Baca juga : Kamis Pagi, Rupiah Loyo di Level Rp 17.950 Per Dolar AS

BI turut meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk merespons dinamika pasar keuangan.

Erwin menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date (QTD), rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen.

Di tengah tekanan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

Baca juga : Rupiah Nyaris Rp 18.000 Per Dolar AS, Ini Penjelasan BI

“BI berkomitmen untuk terus hadir di pasar, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” tegas Erwin.

Intervensi tersebut menjadi bagian dari langkah BI untuk meredam tekanan eksternal terhadap rupiah, terutama di tengah penguatan dolar AS dan perkiraan berlanjutnya arus keluar dana dari aset portofolio domestik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.