RM.id Rakyat Merdeka - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menilai stimulus diperlukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong penjualan mobil baru di Indonesia. Pasalnya, pasar otomotif saat ini menghadapi pergeseran permintaan ke mobil bekas.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, dukungan pemerintah melalui stimulus dapat membantu meningkatkan pembelian kendaraan baru. Namun, bentuk stimulus yang dibutuhkan masih perlu dibahas lebih lanjut.
“Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat, karena sekarang market-nya bergeser kepada used car. Jadi, nanti bentuknya seperti apa mungkin perlu diskusi lebih lanjut,” kata Nandi seusai pertemuan dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Baca juga : Tak Cukup Hybrid, Menperin Minta Toyota Gaspol Produksi Mobil Listrik
Nandi menyampaikan, Toyota akan terus berupaya meningkatkan kinerja industri otomotif nasional, termasuk melalui peningkatan ekspor kendaraan. Upaya tersebut dilakukan dengan menambah jumlah model yang diekspor sekaligus memperluas negara tujuan ekspor.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pasar otomotif Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Hal itu terlihat dari rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN.
Menurut Sarmuji, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai sekitar 490 unit per 1.000 penduduk dan Thailand sekitar 275 unit per 1.000 penduduk.
Baca juga : Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
“Kalau rasio kepemilikan mobilnya bisa meningkat, itu pasti produksi akan lebih besar lagi,” ujar Sarmuji.
Ia juga menyebutkan, berdasarkan catatan Toyota, pasar otomotif tumbuh 15 persen. Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan industri otomotif nasional yang perlu terus didorong.
Sarmuji menambahkan, pemerintah tengah membahas usulan pemberian insentif untuk kendaraan hybrid bersama kementerian terkait. Pembahasan teknis masih berlangsung, termasuk mengenai besaran insentif yang akan diusulkan.
Baca juga : Menperin Dukung Pengutamaan Gas Bumi Untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Ia memastikan, usulan insentif kendaraan hybrid akan diajukan pada tahun ini. Namun, besaran insentif masih dikaji dan tidak harus disamakan dengan insentif kendaraan listrik berbasis baterai.
Pemerintah berharap peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan kebijakan yang tepat dapat memperluas pasar kendaraan domestik, mendorong produksi industri otomotif, serta membuka lebih banyak lapangan kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.