RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah masih tertekan hingga ditutup di level Rp 18.155,5 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 106,96 poin atau 1,99 persen ke level 5.266,13. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.418,14 dan terendah 5.182,37.
Tekanan terlihat dari dominasi saham yang melemah. Berdasarkan data IDX, sebanyak 657 saham terkoreksi, sedangkan 101 saham menguat dan 215 saham tidak bergerak.
Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi mencapai 337,63 juta lot dengan nilai transaksi Rp 16,23 triliun. Pelemahan tersebut terjadi ketika kepercayaan investor masih menjadi tantangan bagi industri pasar modal Indonesia.
Baca juga : Sestama BNPB Ngaku Serahkan Dokumen
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi mengatakan, kepercayaan investor menjadi salah satu fokus utama dalam agenda reformasi pasar modal.
BEI juga menerima berbagai masukan dari pelaku pasar dan pemangku kepentingan untuk memperbaiki kondisi pasar modal nasional.
“Kepercayaan investor masih menjadi tantangan. Itu yang menjadi fokus dan PR reformasi pasar modal yang kami lakukan,” ujar Iding, Selasa (27/10/2026).
Menurut Iding, ketahanan pasar modal tidak hanya diukur dari pergerakan dana asing, tetapi juga dari kelancaran operasional bursa, pertumbuhan likuiditas transaksi, kondisi permodalan dan likuiditas Anggota Bursa, kinerja fundamental emiten, serta pertumbuhan jumlah investor.
Baca juga : Muhammad Rifqinizamy Karsayuda: Sebaiknya Setelah UU Pemilu Disahkan
Ia menambahkan, BEI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR dan Pemerintah, untuk memperkuat pasar modal. Penegakan hukum dan penerapan sanksi yang memberikan efek jera juga dinilai penting untuk meningkatkan kredibilitas pasar.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menilai, tekanan dan ketidakpastian pasar masih berlangsung setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Menurut Hasan, sejumlah kebijakan yang dilakukan OJK dan BEI merupakan bagian dari upaya merespons tekanan pasar. Kebijakan tersebut meliputi penyesuaian batas auto rejection bawah (ARB) menjadi minus 7 persen, fleksibilitas pembelian kembali saham (buyback) tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS), serta komunikasi dengan pelaku pasar dan penyedia indeks global.
OJK juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penguatan transparansi konsentrasi kepemilikan saham dan pengawasan perdagangan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan integritas pasar modal sekaligus memberikan kepastian kepada emiten dan investor.
Rupiah
Baca juga : Rendy Umboh: Segera Umumkan Agar Tidak Ada Kecurigaan
Rupiah juga belum menunjukkan penguatan. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp 18.155,5 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari kondisi global, terutama fenomena suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS), imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menembus 5 persen, serta penguatan dolar AS turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.
Menurut dia, kondisi global seperti inflasi tinggi, imbal hasil obligasi yang tinggi, perlambatan perekonomian, hingga naiknya harga minyak juga membuat suku bunga bertahan tinggi. “Kondisi ini berdampak pada negara berkembang, termasuk Indonesia, karena aliran modal masuk dari negara maju menjadi sangat terbatas,” terang Destry, Selasa (27/10/2026).
Terbatasnya aliran modal asing menekan pasokan dolar AS di dalam negeri. Sementara itu, permintaan dolar AS masih tinggi untuk membiayai kebutuhan impor energi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.