Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Tekan Jumlah Pengangguran di Ibu Kota
Prioritaskan Loker untuk Warga Ber-KTP Jakarta
Rabu, 28 Oktober 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jakarta yang belum memiliki pekerjaan alias menganggur masih tinggi. Totalnya, 330 ribu orang. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta memprioritaskan lowongan kerja (loker) yang difasilitasi melalui bursa kerja atau kegiatan lainnya, untuk warga Jakarta.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menyoroti keterbatasan lapangan pekerjaan di Jakarta.
Justin menilai, padatnya populasi dan tingginya arus pendatang, turut menambah ketat persaingan mendapatkan pekerjaan di Ibu Kota. Karena itu, dia menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang membuka pintu bagi pendatang. “Padahal, jumlah pencari kerja di Jakarta masih tinggi,” tandas Sekretaris Komisi E DPRD DKI ini.
Dia pun mempertanyakan, apakah warga Jakarta harus terus bersaing mendapatkan pekerjaan dengan masyarakat dari luar daerah. “Relakah warga Jakarta harus terus berbagi lapangan kerja dengan para pendatang dari daerah-daerah lain?” kata anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Senin (26/10/2026).
Justin merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, bahwa kepadatan penduduk Jakarta sekitar 16 ribu jiwa per kilometer persegi. Selain itu, dia menyebut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI yang menunjukkan migrasi penduduk dari luar daerah mencapai 16 ribu jiwa.
Baca juga : Kane Jawara Ballon d’Or!
Menurut Justin, pertumbuhan penduduk dan arus migrasi tersebut, menambah tantangan penyediaan lapangan kerja, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dia juga mengutip data BPS yang mencatat sekitar 330 ribu penganggur di Jakarta pada Agustus 2025.
“Menimbang peliknya permasalahan ini, membuka lapangan kerja baru, hanya salah satu dari serangkaian upaya lain yang semestinya juga dilakukan guna mengurangi pengangguran dan memperbaiki kualitas hidup warga DKI,” ujar Justin.
Untuk itu, Justin meminta agar loker yang diadakan Pemprov DKI Jakarta diprioritaskan untuk warga Jakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI tidak membatasi kesempatan kerja berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta. Menurutnya, siapa pun berhak mencari nafkah di Ibu Kota.
“Jakarta terbuka bagi siapa saja,” kata Pram saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Baca juga : Jangan Ngotot Turun di Sepang
Pram berharap, para pencari kerja dapat memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga fasilitas publik, dan merawat Jakarta seiring perkembangan Ibu Kota sebagai kota global.
Pram menambahkan, Pemprov DKI terus berupaya memperluas akses kerja melalui bursa kerja dan program pelatihan. Salah satunya melalui Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 yang menyediakan sekitar 12.000 lowongan dari 100 perusahaan.
Antusiasme pencari kerja terlihat dari jumlah lamaran daring yang mencapai 28.484 pada hari pertama pelaksanaan. Padahal, lowongannya 12 ribu. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap lowongan kerja yang tersedia.
Pram mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta saat ini tercatat 5,79 persen. Dia menargetkan, angka tersebut turun menjadi 3,5 persen, agar Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi pengangguran.
Pemprov DKI juga menjajaki kesempatan kerja di luar negeri melalui kerja sama dengan sejumlah negara dan kota. Antara lain Singapura, Jepang, kawasan Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.
Baca juga : Pemilu Israel Jadi Ujian Berat Untuk Netanyahu
Pram mengakui, kemampuan bahasa menjadi salah satu kendala bagi calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri. Karena itu, dia meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menyediakan informasi pelatihan bahasa yang dapat diakses masyarakat.
Menurut politisi PDIP itu, fasilitas Mobile Training Center dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan tersebut, terutama bagi calon pekerja yang merasa kemampuan bahasanya belum memadai. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya