RM.id Rakyat Merdeka - Penggunaan tiket digital Kereta Cepat Whoosh terus meningkat. Sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 76 persen transaksi penumpang saat proses boarding menggunakan tiket digital berbentuk QR code.
Dari sekitar 3,16 juta transaksi gate in yang tercatat di Stasiun Halim, Karawang, dan Tegalluar Summarecon, sebanyak 2,38 juta transaksi menggunakan tiket digital. Sementara itu, sekitar 779 ribu transaksi lainnya masih menggunakan tiket fisik.
Tingginya penggunaan tiket digital tersebut turut mengurangi kebutuhan pencetakan tiket kertas sekaligus mendukung layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan, penggunaan tiket digital merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan transportasi yang praktis dan berkelanjutan.
Menurutnya, KCIC terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan penumpang, termasuk melalui tiket elektronik yang dapat langsung digunakan untuk proses boarding.
Baca juga : Liburan ke Bandung Naik Whoosh, Diskon Tiket hingga 75 Persen
“Melalui penggunaan tiket digital, penumpang turut berkontribusi dalam mengurangi kebutuhan penggunaan kertas karena tidak perlu lagi mencetak tiket fisik. Kami berharap semakin banyak penumpang yang memanfaatkan fasilitas ini sehingga kemudahan perjalanan dengan Whoosh juga dapat memberikan manfaat positif bagi lingkungan,” ujar Eva.
Tren penggunaan tiket digital tersebut sejalan dengan kebiasaan penumpang yang semakin mengandalkan pembelian tiket secara online.
Sepanjang Januari-September 2026, sebanyak 77,71 persen transaksi pembelian tiket Whoosh dilakukan melalui kanal online. Rinciannya, 73,96 persen melalui aplikasi dan 3,74 persen melalui website.
Sementara itu, pembelian tiket melalui kanal offline mencapai 22,29 persen, terdiri dari loket sebesar 14,61 persen dan mesin tiket atau Ticket Vending Machine (TVM) sebesar 7,68 persen.
Pembelian tiket Whoosh secara online dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta sejumlah mitra penjualan, seperti Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Baca juga : 3 Tahun Beroperasi, Whoosh Layani 18,2 Juta Penumpang
Melalui berbagai kanal tersebut, penumpang dapat membeli tiket kapan saja dan dari mana saja. Penumpang juga bisa memilih jadwal serta relasi perjalanan tanpa harus datang langsung ke stasiun.
Dari sisi pelayanan, tiket digital memberikan kemudahan karena penumpang cukup menunjukkan QR code melalui ponsel untuk dipindai pada mesin boarding gate. Dengan demikian, penumpang tidak perlu membawa tiket fisik maupun mengantre untuk mencetak tiket di stasiun.
Selain mempercepat proses boarding, penggunaan tiket digital juga meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan tiket fisik karena tiket dapat diakses kembali melalui kanal pembelian yang mendukung.
Meski demikian, KCIC mengingatkan seluruh penumpang, baik pengguna tiket digital maupun tiket fisik, tetap wajib melakukan proses gate in di stasiun keberangkatan dan gate out di stasiun tujuan sesuai relasi perjalanan yang tertera pada tiket.
Penumpang juga diimbau tiba di stasiun minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini penting karena boarding gate akan ditutup lima menit sebelum kereta berangkat.
Baca juga : Ada Penumpang Gelap di Kasus Ijazah Gibran
Apabila mengalami kendala saat proses gate in maupun gate out, penumpang dapat segera meminta bantuan petugas di stasiun.
Eva menegaskan, KCIC tetap menyediakan berbagai pilihan pembelian tiket, termasuk melalui loket dan mesin tiket di stasiun.
“Selain mendorong pemanfaatan tiket digital, kami tetap menyediakan layanan pembelian tiket melalui loket dan mesin tiket di stasiun. Beragam pilihan kanal pembelian dan metode boarding ini kami hadirkan untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati layanan Whoosh sesuai dengan preferensi dan kemudahan akses masing-masing,” tutup Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.