BREAKING NEWS
 

Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, BPDP Perkuat Program PSR dan SPPKS

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 30 Oktober 2026 11:18 WIB
BPDP memaparkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit dalam IPOS Forum 2026 di Medan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat ekosistem industri kelapa sawit nasional melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP Normansyah Hidayat Syahruddin mengatakan, program PSR menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat, sekaligus memperbaiki kesejahteraan pekebun.

Hal tersebut disampaikan Normansyah dalam ajang Indonesian Palm Oil Stakeholders (IPOS) Forum 2026 bertema “Ke Mana Arah Transformasi Industri Sawit Nasional?” di Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan PSR dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, perusahaan swasta, dan perusahaan pemerintah.

Berdasarkan data BPDP, realisasi nasional program PSR sejak 2016 hingga 30 September 2026 telah mencapai 438.217 hektare dengan melibatkan 196.846 pekebun. Total bantuan pendanaan yang telah disalurkan mencapai Rp12,48 triliun.

Baca juga : Solidaridad Minta Petani Perempuan Diakui dalam Sertifikasi Sawit

Sementara di Sumatera Utara, realisasi PSR sepanjang 2022 hingga triwulan III 2026 mencapai 19.902,13 hektare dengan melibatkan 9.048 pekebun. Total dana bantuan yang disalurkan mencapai Rp553,76 miliar.

“BPDP berkomitmen mempercepat pelaksanaan PSR melalui dukungan pendanaan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kami ingin program ini semakin mudah diakses pekebun yang memenuhi persyaratan,” ujar Normansyah.

Selain peremajaan kebun, BPDP juga memperkuat dukungan melalui program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS). Program ini diarahkan untuk membantu pekebun meningkatkan produktivitas dan memperbaiki infrastruktur perkebunan.

Sejak 2020 hingga triwulan III 2026, BPDP telah menerbitkan sejumlah rekomendasi teknis SPPKS. Rinciannya, 146 rekomendasi untuk intensifikasi, 70 untuk peningkatan jalan, 13 untuk ekstensifikasi, tiga untuk alat pascapanen, dan dua untuk mesin pertanian.

Adsense

Selain itu, terdapat masing-masing satu rekomendasi teknis untuk penelusuran teknis, pembentukan infrastruktur pasar, dan alat transportasi.

Baca juga : Digelar Di Shanghai, SVOC Ke-4 Soroti Masa Depan Industri Minyak Sawit

Khusus di Sumatera Utara, hingga triwulan III 2026 baru terdapat satu rekomendasi teknis SPPKS. Rekomendasi tersebut diberikan kepada Koperasi Maju Lancar Mandiri di Labuhanbatu untuk paket intensifikasi berupa pupuk dan pestisida.

Program tersebut melibatkan 21 pekebun dengan luas lahan mencapai 51,562 hektare.

Perkuat Kolaborasi Industri Sawit

Komitmen BPDP dalam memperkuat industri sawit juga diwujudkan melalui partisipasi dalam IPOS Forum 2026 yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk membahas arah transformasi industri sawit nasional.

Terdapat enam sesi diskusi yang mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari percepatan peremajaan sawit rakyat, transformasi tata kelola industri, peningkatan produktivitas, persoalan pengelolaan industri sawit, kebijakan ekspor satu pintu, hingga inovasi industri sawit.

Baca juga : CPOPC Kumpulkan 11 Negara Di Shanghai, Bahas Masa Depan Minyak Nabati

Selain mengikuti diskusi, BPDP juga membuka booth informasi untuk memberikan edukasi mengenai program dan kebijakan lembaga kepada peserta dan pengunjung.

Melalui kegiatan tersebut, BPDP berharap komunikasi dengan para pemangku kepentingan semakin kuat sehingga kolaborasi dalam pengembangan industri sawit dapat terus diperluas.

Dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana, promosi, serta bahan bakar nabati (BBN) juga menjadi bagian dari komitmen BPDP dalam memperkuat ekosistem perkebunan nasional.

Melalui percepatan PSR dan pengembangan SPPKS, BPDP berharap produktivitas perkebunan sawit rakyat semakin meningkat, kesejahteraan pekebun membaik, dan keberlanjutan industri sawit Indonesia semakin terjaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense