Dark/Light Mode

BMR Apresiasi 2 Tahun Prabowo, Kebijakan Sawit dan Energi Buka Peluang bagi Riau

Selasa, 27 Oktober 2026 14:55 WIB
Foto: Dok. Barisan Muda Riau.
Foto: Dok. Barisan Muda Riau.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan penguatan kemandirian energi, optimalisasi kelapa sawit, dan penertiban kawasan hutan dinilai membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi Riau.

Atas dasar itu, Barisan Muda Riau (BMR) mengapresiasi sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahannya.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Sawit, Energi, dan Ekonomi Hijau” di Waroeng Steak, Pekanbaru, Senin (26/10/2026).

Diskusi yang diikuti mahasiswa, pemuda, dan masyarakat tersebut menghadirkan pengamat politik sekaligus dosen Universitas Lancang Kuning, Dody Sukma, serta aktivis pemuda Riau, Jimmy Saputra Nasution. Forum dipandu akademisi Septiandi Putra.

BMR menilai, arah kebijakan pemerintah di sektor energi dan sumber daya alam memiliki arti strategis bagi Riau, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit utama di Indonesia.

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan peran sumber daya domestik dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Jimmy mengatakan, upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga energi menjadi salah satu kebijakan yang patut mendapat perhatian.

Harga Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter dan Solar bersubsidi Rp 6.800 per liter dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga minyak dunia.

“Upaya menjaga keterjangkauan energi sekaligus memperkuat kemandirian nasional merupakan langkah penting. Kami mengapresiasi arah kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong pemanfaatan potensi dalam negeri agar Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri,” ujar Jimmy.

Baca juga : Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Perluas Akses-Perkuat Mutu Pendidikan

Selain menjaga keterjangkauan harga, pemerintah mendorong target swasembada bensin pada 2029 melalui pengembangan bioetanol E20 secara bertahap.

Pemerintah juga mencanangkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan.

Menurut Jimmy, pengembangan energi berbasis sumber daya domestik berpotensi memberikan manfaat strategis bagi daerah penghasil komoditas, termasuk Riau.

Kebijakan tersebut juga membuka peluang peningkatan nilai tambah hasil perkebunan melalui pengembangan industri bahan bakar nabati.

Di sektor kelapa sawit, kebijakan mandatori biodiesel B50 yang disebut berlaku sejak 1 Juli 2026 menjadi salah satu program yang dibahas dalam diskusi tersebut.

Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati dari dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Bagi Riau, peningkatan kebutuhan sawit untuk bahan bakar nabati berpotensi memperluas pasar komoditas perkebunan.

Jimmy menilai, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Kami mengapresiasi upaya pemerintah mengoptimalkan komoditas ini untuk mendukung kemandirian energi. Harapannya, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani sawit di Riau,” katanya.

Baca juga : Dua Tahun Prabowo-Gibran, Komunikasi Publik Berperan Penting Bangun Kepercayaan

Selain pemanfaatan sawit untuk energi, penguatan tata kelola melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) turut menjadi perhatian.

Standar keberlanjutan tersebut diharapkan dapat mendorong praktik industri sawit yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan berdaya saing.

BMR juga menyoroti penertiban kawasan hutan melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Hingga Oktober 2026, satgas tersebut dilaporkan telah mengambil alih kembali sekitar 6,2 juta hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya alam.

Jimmy mengapresiasi upaya penataan kawasan hutan tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya pelaksanaan yang adil dengan membedakan pelanggaran yang dilakukan korporasi dari kondisi masyarakat yang telah lama tinggal di kawasan tertentu.

“Penertiban kawasan hutan merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam. Kami berharap pelaksanaannya semakin memberikan kepastian hukum, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan hak serta kondisi masyarakat kecil,” ujarnya.

Dalam aspek lingkungan, diskusi turut membahas kebijakan perlindungan 22 lanskap habitat gajah dengan luas sekitar 5,46 juta hektare.

Kebijakan tersebut dinilai relevan bagi Riau yang menjadi salah satu habitat gajah Sumatra.

Baca juga : Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Pariwisata Berbasis Budaya Jadi Prioritas

Perlindungan kawasan habitat diharapkan dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mengurangi konflik antara satwa liar dan masyarakat.

Dari perspektif akademik, Dody Sukma menilai dialog publik memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arah pembangunan nasional.

Ia menekankan perlunya keterlibatan generasi muda untuk mempelajari kebijakan pemerintah, memahami dampaknya, serta berkontribusi melalui masukan yang konstruktif.

BMR menegaskan bahwa apresiasi terhadap kinerja pemerintah perlu diiringi partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaan kebijakan.

Dengan demikian, berbagai program yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah penghasil sumber daya alam seperti Riau.

Rangkaian diskusi ditutup dengan pembacaan deklarasi melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) oleh BMR bersama mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang hadir.

Melalui kegiatan tersebut, BMR menyatakan komitmennya untuk mendukung partisipasi generasi muda dalam pembangunan serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.