Sebelumnya
Melalui diseminasi kajian cepat perawatan jangka panjang lansia yang digelar di Jakarta pada 27 Oktober 2026, Arunala Institute menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis bagi pelaku industri dan pengembang senior living.
Pertama, mengembangkan model layanan modular care centre/day care dengan sistem pembayaran harian atau bulanan. Produk layanan dapat dimulai dari skema community care dengan tarif sekitar Rp1,5 juta per bulan agar sesuai dengan kemampuan mayoritas keluarga.
Kedua, mengembangkan layanan perawatan yang terintegrasi dengan fasilitas hunian lansia. Paket tersebut perlu mencakup aktivitas untuk mendorong penuaan aktif (active ageing), pemeriksaan kesehatan rutin, serta ruang interaksi sosial bagi lansia.
Baca juga : Panti Lansia Publik Overkapasitas 144 Persen, Arunala Dorong Integrasi Perawatan
Ketiga, mengoptimalkan kapasitas fasilitas melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah daerah dapat bermitra dengan pengelola panti swasta untuk memanfaatkan kapasitas yang belum terisi, yang diperkirakan mencapai 30-40 persen, melalui mekanisme voucher atau pembiayaan bersama.
Keempat, sektor keuangan dan pengelola senior living didorong mengembangkan produk tabungan maupun asuransi yang berkaitan dengan kesehatan, penuaan, dan layanan perawatan. Produk tersebut dapat menyasar kelompok usia 40-50 tahun agar mampu mempersiapkan pembiayaan kebutuhan masa tua secara mandiri.
Selain strategi bisnis dan pembiayaan, Arunala menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas perawatan lansia. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui sertifikasi resmi bagi caregiver, penerapan rasio pendampingan yang terukur, serta standar operasional medis dan nonmedis yang profesional.
Baca juga : BAZNAS-PNM Luncurkan Program Lansiapreneur, Dorong Lansia Tetap Produktif
Transparansi kualitas layanan dinilai penting untuk mengurangi stigma sosial terhadap penggunaan fasilitas perawatan lansia sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Diketahui, Arunala Institute and Foundation Indonesia merupakan organisasi independen di bidang riset, kebijakan, dan pengembangan ekosistem dengan model think-and-do tank. Organisasi ini didirikan pada 29 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional.
Kajian mengenai perawatan jangka panjang, persepsi penuaan, dan keberadaan care centre tersebut merupakan bagian dari program Catalyzing Change: Strengthening Civil Society Capacity and Collaboration for Social Protection Research and Advocacy.
Baca juga : Bappenas Ingin Lansia Mandiri & Produktif
Program kerja sama internasional negara-negara Global South ini didukung CISU (Civil Society in Development), Denmark, serta melibatkan koalisi organisasi masyarakat sipil dari lima negara, yakni RAISE (Denmark), ISER (Uganda), IEJ (Afrika Selatan), ESI (Armenia), dan Cedos (Ukraina).
Melalui kolaborasi tersebut, Arunala bersama para mitra berupaya memperkuat kapasitas riset, pembelajaran bersama, dan advokasi kebijakan untuk mendorong sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif, terintegrasi, serta responsif terhadap meningkatnya kebutuhan perawatan jangka panjang bagi penduduk lanjut usia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.