BREAKING NEWS
 

Stok Melimpah, Kenapa Harga Beras Mahal Ya?

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 3 November 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, harga beras mengalami kenaikan. (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Melimpahnya stok beras nasional ternyata belum mampu menahan kenaikan harga di pasaran. Harga beras justru naik di seluruh rantai distribusi, mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Kok bisa ya?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras terjadi sepanjang Oktober 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 0,26 persen secara bulanan dan 6,89 persen secara tahunan.

“Rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan Oktober tahun 2026 secara total naik 0,26 persen, ini secara bulanannya. Dan naik sebesar 6,89 persen secara year on year-nya,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai jenis beras. Harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,01 persen secara bulanan dan 11,32 persen secara tahunan. Sementara itu, harga beras medium meningkat 0,35 persen secara bulanan dan 5,57 persen secara tahunan.

Baca juga : Mayoritas Partai DPR Maunya PT 5 Persen

Kondisi serupa terjadi di tingkat grosir dan eceran. BPS mencatat harga beras di tingkat grosir naik 0,01 persen secara bulanan dan 5,13 persen secara tahunan. Adapun di tingkat eceran, kenaikannya mencapai 0,08 persen secara bulanan dan 4,10 persen secara tahunan.

Secara rata-rata, harga beras pada Oktober 2026 mencapai Rp 15.765 per kilogram (kg) di tingkat eceran, Rp 14.994 per kg di tingkat grosir, dan Rp 14.365 per kg di tingkat penggilingan.

Ateng menjelaskan, angka tersebut merupakan rata-rata harga beras berbagai kualitas yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Adsense

“Sebagai informasi yang biasa saya juga sampaikan, harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” katanya.

Baca juga : KPK Panggil Saksi Usai Geledah Kantor Bea Cukai & PT Djarum

Kenaikan harga beras tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika stok beras pemerintah justru berada pada level tinggi. Perum Bulog bahkan mencatat realisasi pengadaan beras hingga akhir Oktober 2026 telah melampaui target pemerintah. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pengadaan Bulog mencapai 4.238.543 ton setara beras atau 105,96 persen dari target pemerintah sebesar empat juta ton.

Lantas, mengapa harga beras tetap naik ketika stok melimpah?

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menilai, kenaikan harga beras berkaitan dengan ketimpangan antara persediaan beras di pasaran dan permintaan masyarakat. Dia juga menyoroti dugaan praktik penimbunan yang dapat mengganggu distribusi dan memicu kenaikan harga.

“Ini kendala kita saat ini. Kenaikan harga beras, kalau kami teliti, karena sebab-akibat,” ucap Saleh di Universitas Tidar Kampus Tuguran, Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026).

Baca juga : Prof. Juanda: Belum Bisa Dieksekusi Tanpa Dasar Hukum

Saleh mencontohkan praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium di Kayu Manis, Jakarta Timur, yang baru-baru ini digerebek.

Menurut dia, praktik penimbunan dan penyimpangan distribusi menjadi persoalan yang perlu ditertibkan pemerintah agar ketersediaan beras dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. “Budaya-budaya seperti ini (penimbunan) yang sedang kami tertibkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan beras pemerintah mencukupi untuk menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Rizal meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pasokan beras nasional.

“Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai,” ujarnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense