RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional saat ini menunjukkan perkembangan positif, seiring sejumlah indikator manufaktur yang berada dalam fase ekspansi. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur.
“Kami berbincang banyak hal, tetapi satu hal yang utama adalah kami saling mengabarkan bahwa prospek industri kita sebenarnya sedang baik dan menuju tahapan ekspansi,” kata Sarmuji seusai menerima kunjungan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N. Bakrie beserta jajaran pengurus di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sarmuji mengatakan, kondisi positif tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 yang mencapai 53,77. Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global tercatat sebesar 54,0.
Kedua indikator tersebut berada di atas level 50 yang menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. Bahkan, PMI manufaktur Indonesia pada Oktober menjadi yang tertinggi dalam 31 bulan terakhir.
“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia sedang baik. Saatnya momentum tersebut kita manfaatkan untuk mendorong industri agar tumbuh lebih tinggi lagi,” ujar Sarmuji.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menyampaikan optimisme serupa. Menurut dia, indikator ekspansi manufaktur menjadi sinyal positif bahwa aktivitas industrialisasi di Indonesia kembali menunjukkan geliat.
Baca juga : Pengusaha-Pemerintah Kompak Jaga Ekonomi
“Kami datang untuk menyampaikan optimisme bahwa industrialisasi sudah kembali menggeliat di Indonesia. Memang ada berbagai narasi di luar yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tetapi kami melihat angka-angka yang disampaikan Pak Menteri menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” kata Anindya.
Industrialisasi Tak Hanya Nikel
Anindya menegaskan, Kadin berkomitmen mendukung agenda industrialisasi nasional melalui semangat Indonesia Incorporated yang didorong Presiden Prabowo Subianto. Semangat tersebut menekankan pentingnya gotong royong seluruh pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun industri kecil dan menengah (IKM).
Menurut dia, industrialisasi nasional tidak boleh hanya bertumpu pada proyek berskala besar dan berteknologi tinggi, seperti hilirisasi nikel menjadi bahan baku baterai. Pengolahan komoditas unggulan daerah, seperti sagu, alga, dan kelapa, juga memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Industrialisasi bukan hanya yang bersifat besar, seperti nikel menjadi bahan baterai. Tadi kami juga membicarakan sagu, alga, dan kelapa. Ini merupakan industri yang justru dapat melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas,” ujarnya.
Anindya menilai pengembangan industri berbasis komoditas daerah dapat memperluas keterlibatan pelaku IKM dalam rantai industrialisasi nasional sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas usaha di berbagai wilayah.
Baca juga : Ekonomi 2026 Lebih Baik dari Era Covid & Krisis 1998
Menanggapi hal tersebut, Sarmuji mengatakan Indonesia memiliki keunggulan tersendiri berupa keragaman sumber daya alam dan komoditas unggulan daerah yang tidak dimiliki negara lain.
“Itu merupakan keuntungan dan keunggulan khas Indonesia yang harus terus kita dorong, karena tidak dimiliki oleh negara lain. Kami bersama Kadin memiliki perhatian dan kesepahaman yang sama untuk mengembangkan potensi tersebut,” kata Sarmuji.
Perkuat Peran IKM
Sarmuji juga mengapresiasi komitmen Kadin dalam memperkuat peran IKM sebagai bagian dari pembangunan struktur industri nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, jaringan dunia usaha Kadin yang mencakup perusahaan besar hingga pelaku usaha di berbagai daerah merupakan modal penting untuk memperluas pengembangan IKM.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap memperkuat kolaborasi dengan Kadin, terutama dalam meningkatkan daya saing IKM dan memperkuat keterkaitan usaha antara industri kecil dan menengah dengan industri berskala besar.
Baca juga : Menperin: Investasi Baterai Rp 9 T Di Batam Buah Kunjungan Prabowo Ke AS
“Kesadaran dan perhatian Kadin terhadap industri kecil dan menengah merupakan hal yang luar biasa. Tentu kami menyambut baik dan mendukung langkah tersebut agar semakin banyak IKM yang berkembang dan naik kelas,” imbuhnya.
Sementara itu, Anindya mengapresiasi upaya Kemenperin dalam membangun keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kebutuhan industri dengan pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Ia berharap sinergi pemerintah dan Kadin terus diperkuat sehingga manfaat industrialisasi dapat dirasakan lebih luas oleh dunia usaha, termasuk pelaku IKM di berbagai daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.