BREAKING NEWS
 

Tagihan Listrik Membengkak? Konsumen Perlu Cermat Membaca Pola Pemakaian

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 4 November 2026 15:44 WIB
Foto: Alperklinas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tagihan listrik rumah tangga tiba-tiba membengkak? Konsumen diminta tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kenaikan tarif listrik.

Sebaliknya, masyarakat perlu mencermati pola pemakaian energi, membandingkan konsumsi listrik bulanan, serta rutin memantau angka stand meter untuk mengetahui penyebab kenaikan tagihan.

Ketua Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas), Tohom Purba mengatakan, besarnya tagihan listrik dipengaruhi sejumlah faktor.

Di antaranya peningkatan intensitas penggunaan peralatan elektronik, perubahan kebiasaan penghuni rumah, hingga kondisi peralatan listrik yang sudah tidak bekerja secara optimal.

"Sering kali konsumen hanya melihat nominal tagihan tanpa membandingkan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh). Padahal, keduanya perlu dilihat secara bersamaan agar konsumen bisa mengetahui apakah kenaikan tagihan disebabkan peningkatan konsumsi atau faktor lainnya," ujar Tohom, Rabu (4/11/2026).

Baca juga : ALPERKLINAS Apresiasi Kerja Keras PLN Normalkan Distribusi Listrik di Sumatera

Menurut Tohom, konsumen perlu membangun kebiasaan memantau pemakaian listrik secara mandiri. Salah satu caranya dengan memotret angka stand meter pada tanggal yang sama setiap bulan, misalnya tanggal 25.

Dokumentasi tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan angka stand meter dan jumlah pemakaian kWh yang tercantum dalam tagihan listrik.

"Kebiasaan sederhana ini penting agar konsumen memiliki catatan perkembangan pemakaian listrik dari bulan ke bulan. Jika ditemukan perbedaan atau lonjakan yang tidak wajar, konsumen dapat segera meminta penjelasan dan penyesuaian kepada PLN," jelasnya.

Adsense

Selain memantau stand meter, konsumen juga perlu memperhatikan penggunaan perangkat elektronik berdaya besar, seperti AC, pemanas air, pompa air, dan mesin cuci.

Penggunaan perangkat tersebut dalam durasi panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi listrik.

Baca juga : Industri Pindar Berkembang, Perlindungan Konsumen Perlu Diperkuat

Karena itu, pengaturan suhu AC, penggunaan peralatan sesuai kebutuhan, serta mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu mengendalikan pemakaian energi.

Tohom juga mengingatkan konsumen agar tidak mengabaikan kondisi instalasi dan peralatan listrik di rumah.

Peralatan yang mengalami kerusakan atau tidak terawat berpotensi menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien.

"Jika konsumen sudah melakukan pencatatan dan membandingkan pemakaian, tetapi masih menemukan kejanggalan pada tagihan, jangan ragu untuk meminta penjelasan dan pemeriksaan. Konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar perhitungan tagihan listrik yang harus dibayarkan," tambahnya.

Menurut Tohom, literasi ketenagalistrikan penting agar masyarakat tidak hanya memahami kewajiban membayar tagihan, tetapi juga mengetahui hak-haknya sebagai pelanggan.

Baca juga : Membaca Pola Migrasi Umat

Kesadaran untuk memantau pemakaian listrik secara berkala akan membantu konsumen mengantisipasi lonjakan tagihan sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bijak.

Dengan memahami pola konsumsi, rutin mendokumentasikan stand meter, dan mengetahui hak sebagai pelanggan, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat mengelola pengeluaran listrik rumah tangga serta mendorong terciptanya hubungan yang transparan antara konsumen dan PLN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense