BREAKING NEWS
 

Pemerintah Kebut Penyerapan Telur Peternak, ID FOOD dan Bulog Siapkan Rp 30 M

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Kamis, 5 November 2026 17:45 WIB
*Keterangan Foto:*Kegiatan penyerapan telur ayam ras dari peternak di Blitar, Jawa Timur, sebagai bagian dari program stabilisasi harga yang didorong Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional melalui sinergi ID FOOD dan Perum Bulog. Program dengan total alokasi Rp30 miliar ini bertujuan menjaga harga telur di tingkat produsen sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak mikro dan kecil. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat langkah stabilisasi harga telur ayam ras di tingkat produsen, khususnya di sejumlah sentra produksi yang mengalami tekanan harga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong percepatan penyerapan telur melalui sinergi BUMN pangan, yakni Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Perum Bulog, dengan total alokasi mencapai Rp30 miliar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak, khususnya skala mikro dan kecil, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi mereka. Melalui penyerapan secara terkoordinasi, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan pasar serta mendukung stabilisasi harga telur di tingkat peternak.

Sebagai tindak lanjut percepatan penyerapan telur peternak, ID FOOD dan Perum Bulog menyiapkan penyerapan sebesar Rp 30 miliar, dengan pembagian masing-masing Rp15 miliar. Pelaksanaannya diprioritaskan bagi peternak mikro dan kecil, termasuk yang tergabung dalam koperasi maupun asosiasi peternak, terutama di wilayah yang mengalami tekanan harga.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, sinergi tersebut merupakan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan pangan nasional.

Baca juga : Zulhas Salurkan Bantuan Beras Untuk 33,2 Juta KK

"Ketika harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan, diperlukan langkah bersama untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka. Melalui program yang didorong Kementerian Pertanian dan Bapanas ini, ID FOOD bersama Bulog mengambil peran dalam mempercepat penyerapan, sehingga peternak memiliki kepastian pasar dan hasil produksinya tetap dapat tersalurkan kepada konsumen," ujarnya pada Kamis (5/11/2026), di Blitar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program penyerapan telah berjalan sejak akhir Oktober 2026. Hingga 3 November 2026 ini, ID FOOD telah menyerap sebanyak 153.600 kilogram atau sekitar 153,6 ton telur ayam ras dari peternak, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,433 miliar.

Realisasi tersebut merupakan bagian dari alokasi penyerapan ID FOOD sebesar Rp15 miliar yang ditargetkan dapat diselesaikan pada November 2026. Dengan demikian, masih terdapat alokasi sekitar Rp11,567 miliar yang akan dioptimalkan melalui tahapan penyerapan berikutnya.

Adsense

"Penyerapan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan, kebutuhan pasar, serta kelancaran distribusi. Kami berupaya mempercepat realisasinya agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh peternak, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil," jelasnya.

Baca juga : Zulhas Salurkan Bantuan Beras Untuk Warga Nganjuk

Dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran. Kementan dan Bapanas bersama Badan Gizi Nasional (BGN), ID FOOD, Bulog, serta koperasi dan asosiasi peternak terus memperkuat sinergi dalam mengidentifikasi wilayah prioritas, ketersediaan pasokan, dan kebutuhan pasar.

Penyerapan diarahkan pada sentra-sentra produksi yang mengalami tekanan harga, terutama di Pulau Jawa, Lampung, dan Sulawesi Selatan, dengan mengacu pada harga pembelian minimal Rp24.000 per kilogram. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga tingkat harga yang diterima peternak sekaligus mendukung kelancaran penyaluran hasil produksi.

Selain aspek penyerapan, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program. Telur merupakan komoditas pangan dengan masa simpan terbatas, sehingga diperlukan dukungan jaringan perdagangan, pengangkutan, dan saluran pemasaran yang memadai agar hasil produksi peternak dapat segera menjangkau pasar.

Dalam mendukung kebutuhan tersebut, ID FOOD mengoptimalkan jaringan perdagangan dan distribusi pangan yang dimiliki perusahaan, termasuk memperkuat koordinasi antara sumber pasokan, armada pengangkutan, dan pasar tujuan.

Baca juga : Survei PPI: Amran, Teddy, dan Erick Masuk Tiga Besar Pejabat Berkinerja Terbaik

"Penyerapan tidak hanya berfokus pada pembelian telur dari peternak, tetapi juga memastikan produk yang diserap memiliki saluran pemasaran yang jelas. Karena itu, kecepatan distribusi dan kepastian pasar menjadi faktor penting agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan," kata Ghimoyo.

Harapannya, langkah bersama ini dapat memberikan manfaat langsung bagi peternak, terutama dalam menjaga kepastian penjualan hasil produksi. “Sinergi yang terbangun juga diharapkan semakin memperkuat keterhubungan antara sentra produksi dan pasar, sehingga tercipta ekosistem pangan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan," sebutnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan, penyerapan telur peternak oleh BUMN Pangan ini merupakan bagian dari upaya pembangunan ekosistem peternak ayam Indonesia.  Pembangunan ekosistem itu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam sekaligus menjamin ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan pakan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense