Dark/Light Mode

Salurkan 150 Ribu Ton Jagung, Bulog Jaga Harga Dan Pasokan Buat Peternak

Selasa, 15 September 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Instagram/ahmadrizal.ramdhani)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Instagram/ahmadrizal.ramdhani)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bulog mendapat penugasan tambahan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026. Tambahan pasokan ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peternak dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kemarau.

Penugasan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026 serta Surat Bapanas Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, tambahan penyaluran tersebut merupakan salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Dengan kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga akhir tahun, kami siap menjalankan penugasan tersebut, dengan memastikan jagung pakan tersedia stoknya,” tutur Ahmad di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Saat ini, dari target penyaluran SPHP Jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram (kg) atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton. Realisasi tersebut setara 66,05 persen dari target.

Baca juga : 2,4 Juta Warga BARMM Gelar Pemilu Parlemen

“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak,” katanya.

Menurut Ahmad, penguatan SPHP Jagung penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan. Ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Bulog juga akan terus berkoordinasi dengan Bapanas, Pemerintah Daerah (Pemda), koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami terus memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak yang menjadi sasaran program,” imbuhnya.

Sebagai informasi, program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton, terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala mikro, kecil, dan menengah.

Baca juga : Sampah Di Bantargebang Susut, Di Jakarta Numpuk

Rinciannya, kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan asumsi kebutuhan tiga bulan bagi kelompok peternak mikro. Kemudian, 50,37 ribu ton dengan asumsi kebutuhan dua bulan bagi kelompok peternak kecil dan 24,17 ribu ton dengan asumsi kebutuhan satu bulan bagi peternak menengah.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Keuangan Amran Sulaiman menyampaikan, dengan komitmen penambahan tersebut, pemerintah memastikan akan terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak unggas.

“Kami telah menginstruksikan Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Adapun harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal Rp 5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.

Baca juga : City Permalukan MU

Sementara itu, penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung harus mempertimbangkan periode panen raya, kondisi harga jagung di tingkat petani, serta harga di tingkat peternak.

“Ini penting agar tidak berimplikasi negatif terhadap harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani daerah setempat,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.