Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Bulog & DPR Sidak Ke Pasar Induk Cipinang
Pasokan Terpantau Lancar & Harga Beras Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog bersama Komisi IV DPR mengecek langsung stok, pasokan, kualitas, dan harga beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Hasil pemantauan menggembirakan, pasokan lancar dan harga beras terkendali.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pengecekan langsung ke sejumlah kios dan gudang distributor menunjukkan perputaran perdagangan berjalan baik. Pasokan beras juga terus datang dari sejumlah sentra produksi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Ketersediaan yang kuat di Pasar Induk Cipinang menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi beras menuju pengecer hingga akhirnya sampai pada masyarakat, dengan harga terjangkau,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Secara nasional, stok beras yang dikelola Bulog saat ini di kisaran 4,8 juta ton. Stok tersebut mencakup kebutuhan untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah serta memenuhi kebutuhan beras komersial.
Menurut Rizal, stok tersebut menjadi modal Bulog untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus merespons kebutuhan beras medium maupun premium di berbagai kanal distribusi.
Baca juga : Pemprov Kaji Dampak Lalu Lintas & Ekonomi
“Bulog tidak hanya berfokus pada besarnya stok. Tetapi juga memastikan beras dapat bergerak dari hulu hingga hilir secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Karena itu, Bulog terus memperkuat sinergi dengan produsen, penggilingan, pelaku usaha swasta, pedagang, serta jaringan distribusi. Beras dari sentra produksi maupun stok yang dikelola Bulog dipastikan bergerak efektif dari gudang menuju pasar.
“Sehingga keberadaan stok yang kuat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh pedagang dan masyarakat,” kata dia.
Rizal menekankan, kekuatan stok harus diikuti distribusi yang efektif sehingga beras tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhan.
“Sehingga beras dapat tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Baca juga : Belanda Vs Serbia, Oranje Pede Pesta Gol
Ke depan, Bulog bersama Pemerintah, Komisi IV DPR, Badan Pangan Nasional, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pelaku usaha, dan pemangku kepentingan akan memperkuat pengawasan dan koordinasi untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga beras hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Rizal menyebut, kehadiran negara dalam tata kelola pangan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dari hulu hingga hilir. Mulai dari kepastian penyerapan bagi petani, keberlangsungan usaha dan distribusi bagi pedagang, hingga pemenuhan pangan bagi masyarakat.
“Dengan stok yang kuat dan rantai pasok yang terus dijaga, kami berkomitmen menjadi penghubung kepentingan petani, pasar dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Dalam sidak tersebut, turut hadir jajaran Direksi Perum Bulog, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi beserta sejumlah Anggota Komisi IV DPR, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI), serta Satgas Pangan Polri.
Siti Hediati mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang berjalan baik. Berdasarkan dialog dengan pemilik kios, pasokan datang dari berbagai daerah produksi dan harga relatif baik.
Baca juga : Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026, Semangat Dari Senior Menular Ke Garuda Muda
“Artinya, (harga) tidak tinggi, sesuai dengan kualitasnya, ada harga ada barang. Kami lihat stoknya tersedia, di belakang kios-kios ini, gudangnya mempunyai stok yang banyak, bahkan kita (Pemerintah) sudah tidak impor lagi,” tutur Titiek Soeharto, sapaan Siti Hediati.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bulog yang terus menjaga ketersediaan stok dan harga di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri, sekaligus memastikan distribusi berjalan efektif dari produsen hingga konsumen.
Ia menilai kebutuhan beras saat ini dapat ditopang produksi nasional. Dengan produksi yang semakin baik, ia berharap petani semakin maju dan sejahtera. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya