Dark/Light Mode

Jaga Daya Beli Masyarakat

Zulhas Salurkan Bantuan Beras Untuk 33,2 Juta KK

Kamis, 5 November 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sambutan saat memulai penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 di Kantor Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/11/2026). Foto: Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sambutan saat memulai penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 di Kantor Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/11/2026). Foto: Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan beras periode Oktober–Desember 2026 kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga akan menerima total 30 kilogram beras untuk tiga bulan sekaligus, guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Penyaluran bantuan tersebut dimulai oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/11/2026).

“Bantuan diberikan kepada masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram untuk periode Oktober, November dan Desember,” ungkap Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan.

Secara nasional, kata Zulhas, Pemerintah menyiapkan pasokan beras mendekati 1 juta ton. Khusus di Sumatera Barat, jumlah penerima bantuan mencapai lebih dari 600 ribu keluarga.

Baca juga : BPJS Kesehatan Gratis Diperluas Hingga Desil 8

Zulhas menjelaskan, penyaluran dilakukan Perum Bulog melalui kantor kelurahan dan desa. Penerima yang telah ditetapkan akan mendapatkan undangan, sehingga proses pengambilan bantuan lebih mudah dijangkau masyarakat.

Selain bantuan beras gratis, Pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras subsidi dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelompok desil 1 hingga desil 10.

Pemerintah juga menyediakan 380 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan industri kue dan bihun. Beras tersebut akan diolah menjadi tepung sebagai bahan baku industri.

Tak hanya menjaga pasokan beras, Pemerintah turut mengantisipasi kenaikan harga pakan ternak. Terutama akibat meningkatnya harga jagung di tengah musim kemarau.

Baca juga : Perketat Perbatasan, Cegah Narkoba Masuk!

Melalui Perum Bulog, Pemerintah akan melepas stok jagung sebanyak 150 ribu ton dengan harga Rp 5.500 per kilogram. Pasokan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan peternak, sekaligus pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di tengah tantangan ekonomi dan kenaikan harga sejumlah komoditas,” jelas Ketua Umum PAN tersebut.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menjelaskan, Pemkot Padang menerapkan Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kementerian Sosial untuk memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan pangan ini dapat meringankan beban perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan Kota Padang,” ungkap Maigus.

Baca juga : Calon Ketua Demokrat Sumut Mulai Saling Klaim Dukungan

Dia menambahkan, keberlanjutan alokasi bantuan ini sangat tepat waktu, mengingat masyarakat sedang menghadapi perubahan cuaca dan masa awal pengolahan lahan sawah. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 5 November 2026 dengan judul "Jaga Daya Beli Masyarakat Zulhas Salurkan Bantuan Beras Untuk 33,2 Juta KK"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.