BREAKING NEWS
 

Restrukturisasi Kredit Makin Landai, BRI Mulai Ekspansi Bisnis

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 10 Agustus 2020 14:21 WIB
Direktur Utama Bank BRI, Sunarso. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mencatat proses restrukturisasi perseroan mulai menurun. Hal ini ditandai dengan semakin sedikit permintaan dari debitur BRI untuk merestrukturisasi pinjamannya.

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan bahwa Perseroan saat ini sudah mulai fokus pada penyaluran kredit baru dalam membantu kebutuhan modal kerja pelaku UMKM.

Baca juga : Bantu Siswa Belajar di Masa Pandemi, DMI Imbau Masjid Pasang Internet Gratis

Sunarso mengungkapkan trend penurunan restrukturisasi terjadi pada akhir paruh pertama tahun ini. Sejak POJK Nomor 11 dikeluarkan pada Maret sampai dengan 27 Juli 2020, Bank BRI telah merestrukturisasi 2,88 juta debitur dengan nilai kredit mencapai Rp 179,91 triliun.

Adsense

“Ini merupakan sinyal yang baik, dimana aktivitas ekonomi mulai kembali berjalan. Tentunya, Perseroan tetap berpegang pada prinsip prudential banking dalam ekspansi di kondisi seperti saat ini ,” ungkap Sunarso.

Baca juga : DPRD Kalbar Apresiasi Kinerja PLN Jaga Keandalan Pasokan Listrik

Mengingat kondisi yang masih cukup menantang BRI akan tetap mempertahankan pertumbuhan kredit yang moderat sambil terus mencari peluang penyaluran kredit di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Perseroan merevisi target pertumbuhan tahun ini menjadi 4 hingga 5 persen. Target ini direvisi dari sebelumnya yang optimistis tumbuh hingga double digit. Dalam upaya menggerakkan ekonomi, BRI pun tercatat telah meleverage lebih dari 2 kali lipat penempatan dana pemerintah.

Baca juga : Redesain Food Estate Antisipasi Krisis Pangan dan Resesi

Dana yang diterima dari pemerintah Rp 10 triliun itu ditempatkan lewat deposito dan disalurkan dalam bentuk kredit. Bank harus menyalurkan dalam bentuk kredit tiga kali lipatnya yakni Rp 30 triliun. Sejak 25 Juni sampai dengan 6 Agustus, BRI sudah bisa menyalurkan Rp 28,7 Triliun dengan jumlah nasabah 645 ribu debitur.

“Ini artinya UMKM mulai mengeliat menjalankan ekonominya. Kami pun berupaya untuk mempertahankan bahkan menaikkan skala usahanya ditengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Momentum ini harus kita jaga agar UMKM kembali bangkit membangun perekonomian,” jelas Sunarso. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense