Dewan Pers

Dark/Light Mode

Restorasi Dialog, Modal Utama Pancasila Di Abad 21

Senin, 1 Juni 2020 21:45 WIB
Willy Aditya
Willy Aditya

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan, Pancasila tidak akan usang dimakan waktu. Pancasila selalu berdialektika di segala zaman. Termasuk di abad 21. Restorasi dialog adalah modal utama penerapan Pancasila di masa kini.

“Modalitas utama yang kita miliki dari Pancasila adalah gotong royong sebagai esensinya. Manifestasi gotong royong ini adalah dialog, ada musyawarah untuk mufakat, ada kerja sama, yang bisa menjadi modalitas utama kita dalam upaya melanjutkan eksistensi negara bangsa yang berpancasila,” ujar Willy kepada RMco.id, Senin (1/6).

Wakil Ketua Fraksi Nasdem di DPR ini menyebut, alam kehidupan politik nasional hari ini harus mengarusutamakan semangat gotong royong tersebut. Berbagai kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah maupun DPR, harus mengedepankan dialog.

Berita Terkait : FIFA Apresiasi Laporan PSSI, Soal Persiapan Piala Dunia U-20 2021

“Dialog dengan semua pemangku kepentingan. Semangat ini harus menjadi mainstream dalam berbagai produk perundangan maupun kebijakan kita,” sebutnya.

Dengan begitu, katanya, Pancasila sebagai sebuah bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini akan benar-benar termanifestasikan. Politik sama sekali tidak identik dengan gontok-gontokan atau keinginan untuk menang sendiri.

“Inilah keseimbangan yang ingin dibangun oleh Pancasila dalam menjalankan negara. Pancasila bukan hanya klaim sepihak atau segolongan semata-mata tapi representasi kesepakatan bersama dan saripati dari relasi sosio kultural serta yang paling penting adalah common dream semua anak bangsa,” katanya.

Berita Terkait : Dibotakin dan Ditelanjangin, Youtuber `Sampah` Pantaskah Diginiin?

Bagi Willy, ini semua menjadi upaya baru dalam mengorespondensikan Pancasila Sebagai nilai dasar dengan tantangan barunya. 

“Tantangan zaman semakin kompleks. Jika kita meninggalkan semangat yang paling utama dari Pancasila, gotong royong, maka kita akan semakin rapuh sebagai sebuah bangsa. Gotong royong ini harus kita hidupkan lewat berbagai manifestasinya,” tegasnya.

Dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, semangat ini harus senantiasa diwujudkan sehingga tumbuh rasa persaudaraan sebagai satu bangsa. Inilah yang paling penting saat ini. [BSH]