Sebelumnya
Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menuturkan, melihat dari sejarahnya, Garuda Indonesia sudah berkali-kali melakukan restrukturisasi utang dan selalu berhasil.
Hal itu terjadi karena ada back up dari pemerintah sebagai pemilik saham. Apalagi di masa depan, penerbangan di Indonesia masih sangat bagus setelah pandemi selesai.
Baca juga : PTPN Pede RI Mandiri Pangan Sawit Dan Gula
Ia menilai, baik manajemen maupun pemegang saham tak akan mengambil langkah yang bisa membuat perusahaan pailit. Mengingat, kepemilikan Garuda mayoritas dipegang pemerintah.
“Kalau nanti jadi ke PKPU, harus terlihat goodwill pemerintah untuk menyelamatkan Garuda. Sehingga menambah kepercayaan pada pemberi utang dan Garuda tidak dipailitkan,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Gelora Pengen Saingi Selebgram
Selain itu, Garuda dan pemerintah juga harus memberi keyakinan pada lessor bahwa lessor pun sebenarnya membutuhkan Garuda. Sebab, ketika maskapai mulai mengembalikan pesawat yang disewanya, hal itu justru membebani lessor atas biaya perawatan.
Gatot optimistis, “Si Burung Besi” kebanggaan rakyat Indonesia itu, bisa diselamatkan dan melalui masa berat akibat pandemi ini. Sebab, sejarah serta tugas dan fungsinya yang sangat vital.
Baca juga : Holding Perkebunan Lanjutkan Restrukturisasi Utang Kepada 21 Kreditor
Sekadar informasi, Kementerian BUMN menyiapkan empat opsi penyelamatan Garuda Indonesia. Selain dua opsi tersebut, opsi ketiga juga terkait restrukturisasi. Namun yang direstrukturisasi adalah perusahaan, bukan utang. Artinya, akan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Sedangkan opsi keempat, Garuda Indonesia dilikuidasi dan posisinya akan digantikan oleh swasta. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.