RM.id Rakyat Merdeka - Haleon melalui merek produk kesehatan giginya, Sensodyne, berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Hal ini dilakukan menyoroti dampak gigi sensitif terhadap kehidupan sehari-hari dan kesehatan secara menyeluruh.
General Manager Haleon Indonesia Dhanica Mae Dumo-Tiu mengaku percaya bahwa kesehatan gigi yang baik akan membawa dampak positif bagi kesehatan secara menyeluruh.
Menurutnya, gigi sensitif perlu ditangani dengan lebih serius. Karena, bukan sekedar masalah gigi tapi juga berpengaruh pada kualitas hidup.
Baca juga : Temui Mahasiswa Di Patung Kuda, Mensesneg Pastikan Aspirasi Didengar Presiden
"Misi kami memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya memahami pentingnya kesehatan gigi tapi memiliki akses terhadap solusi yang tepat agar dapat menjalani hidup dengan nyaman dan percaya diri," kata Dhanica dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (7/4/2025).
Adapun, studi terbaru yang dilakukan pada awal tahun 2024 menunjukkan bahwa 9 dari 10 penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan, dengan 93 persen responden setuju bahwa kondisi gigi sensitif mengurangi kenyamanan saat makan dan minum.
Dhanica menuturkan, dari penelitian ini, ditemukan bahwa 98 persen pengguna merasa permasalahan gigi sensitif mereka semakin membaik setelah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
"9 dari 10 konsumen juga percaya bahwa Sensodyne memberikan perlindungan gigi sensitif lebih baik," ungkapnya.
Baca juga : Brisia Jodie Dilamar Alden Di Gunung Alpen
Studi yang merupakan hasil kolaborasi Haleon dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dan IQVIA ini menelaah dampak sensitivitas gigi pada masyarakat Indonesia serta efektivitas pasta gigi khusus buat gigi sensitif.
Akademisi FKG UI Fatimah Maria Tadjoedin menjelaskan, studi ini menunjukkan bahwa gigi sensitif bukanlah hanya ketidaknyamanan sesaat, namun juga kondisi yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup.
"Banyak penderita yang tanpa sadar memilih untuk menghindari makanan tertentu, mengubah kebiasaan makan, atau bahkan menarik diri dari kegiatan sosial, daripada menangani akar masalahnya," ujarnya.
Fatimah menambahkan, penting bagi setiap orang untuk menyadari bahwa gigi sensitif dapat dikelola dengan penanganan yang tepat.
Baca juga : Promosikan Budaya Lokal, Menekraf Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif
Terutama menggunakan pasta gigi khusus, menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta berkonsultasi dengan dokter gigi dapat membawa perubahan besar bagi kesehatan gigi di jangka panjang dan kesehatan secara keseluruhan.
Untuk diketahui, temuan penelitian ini sejalan dengan tema Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2025 yaitu 'A Happy Mouth is a Happy Mind' yang menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan gigi dan emosional.
Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia merupakan inisiatif global yang menyoroti bagaimana kesehatan gigi berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, rasa percaya diri, dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.