BREAKING NEWS
 

Alami Rasa Sakit atau Cedera Area Bahu, Begini Penanganan Medisnya

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Jumat, 16 Mei 2025 06:02 WIB
Pemimpin Divisi Shoulder and Elbow di Orthosports and Wellness Center RS Premier Bintaro di Jakarta, dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT (K), Subsp.OBS

RM.id  Rakyat Merdeka - Sendi bahu merupakan salah satu organ berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh, apabila meraskan gejala atau rasa sakit jangan dianggap sepele, karena bila dibiarkan atau salah penanganan maka bisa berakibat fatal.

Spesialis Ortopedi Konsultan dengan subspesialisasi pada bahu, siku, dan kedokteran olahraga, dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT (K), Subsp.OBS mengatakan dalam menangani berbagai gangguan dan cedera pada area bahu, yang kerap kali memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan, karena masalah utama pada sendi dan bahu bukan berasal dari tulang namun dari otot dan urat yang membungkus sendi tersebut.

"Setiap orang memiliki resiko gangguan dan cedera pada area bahu, baik karena aktifitas sehari-hari, olahraga atau bahkan malas gerak alias mager beresiko" tutur dr Jefri yang juga memimpin Divisi Shoulder and Elbow di Orthosports and Wellness Center RS Premier Bintaro di Jakarta, Kamis (15/5).

Baca juga : Perang Dagang Mereda, Perang Rudal Menggila

Dalam pemaparannya, dr. Jefri mengulas tuntas berbagai kondisi umum pada bahu seperti Frozen Shoulder (adhesive capsulitis), kondisi nyeri dan kaku yang membatasi pergerakan sendi bahu. Kedua Rotator Cuff Tear, yaitu robekan pada sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu dan Ketiga Shoulder Impingement Syndrome, yang terjadi ketika jaringan lunak di dalam bahu terjepit saat mengangkat lengan.

Adsense

Menurutnya, Ketiga kondisi tersebut seringkali dialami oleh individu aktif, lansia, maupun atlet, dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat berujung pada keterbatasan fungsi ekstremitas atas secara permanen.

dr. Jefri juga menyoroti pentingnya pendekatan penanganan yang holistik dan berbasis bukti (evidence-based medicine), termasuk penggunaan teknologi terkini seperti Artroskopi Bahu: teknik bedah minimal invasif yang memungkinkan visualisasi dan perbaikan struktur bahu secara akurat dengan risiko yang lebih kecil.

Baca juga : Pertamina Siapkan 95 Ribu KL Avtur Untuk Penerbangan Haji 2025

Terapi Biologis Regeneratif seperti Platelet-Rich Plasma (PRP), yang mendorong penyembuhan jaringan secara alami dan Rehabilitasi Terintegrasi pasca tindakan medis, untuk mengembalikan fungsi gerak dan mengurangi risiko kekambuhan.

“Tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali ke kualitas hidup optimal dengan pendekatan individual yang minim risiko dan mempercepat pemulihan,” ujar dr. Jefri yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta telah menjalani fellowship internasional di Samsung Medical Center, Korea Selatan dan National University Hospital, Singapura, dua institusi medis terkemuka di Asia dalam bidang ortopedi dan kedokteran olahraga.

Kegiatan yang diinisiasi RS Premier Bintaro dengan tema Advanced Treatment for Shoulder”, sebagai upaya meningkatan literasi kesehatan masyarakat dan diseminasi informasi seputar inovasi medis terkini dalam penanganan masalah kesehatan pada bahu yang semakin kompleks di era modern.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense