RM.id Rakyat Merdeka - Pernahkah kamu berpikir bahwa tubuhmu benar-benar beristirahat? Bahkan saat kamu terlelap, organ-organ vital seperti ginjal yang berfungsi menyaring limbah, hati yang bertugas menetralisir racun, dan otak, si pemberi komando tetap bekerja.
Ya! organ-organ tersebut bekerja 24 jam sehari selama 7 hari dan sepanjang hidupmu. Begitu kamu sakit, barulah kamu sadar tubuhmu lelah.
Nah, untuk merawat tubuhmu selain menjalankan hidup sehat seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan berolahraga, tetaplah memperhatikan asupan air putih.
Boleh-boleh saja minum teh atau kopi, tapi perhatikan pula asupan air putih. Memang sih fokus kita untuk air putih hanya pada jumlah saja.
Padahal, kualitas air putih sangat penting bagi kesehatan ginjal dan organ tubuh lainnya karena air membantu tubuh membawa zat gizi, membuang racun, dan menjaga keseimbangan sistem tubuh.
Baca juga : Simone Inzaghi Cinta Mati Inter Milan
Tapi jika kita salah pilih air minum, fungsinya bisa terganggu, bahkan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
Dikutip dari penelitian Maria Latif yang diterbitkan dalam jurnal Applied Water Science Vol 15 issue 12 tahun 2025, komponen mineral dan logam berat di dalam air minum memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan penyakit karsinogenik dan penyakit ginjal kronis.
Dalam studinya, ia menekankan pentingnya air murni yang sudah dimurnikan untuk mengurangi kontaminasi logam dan isu kesehatan lainnya.
Merujuk pada hasil studi tersebut, air minum yang baik merupakan air minum yang telah melalui proses purifikasi dan multifiltrasi sehingga tidak lagi terkandung logam berat di dalamnya.
Senada dengan penelitian tersebut, dr. Ikhsanuddin Qoth'i menyatakan, kebutuhan cairan harian kita adalah 30 atau 40 cc/30 atau 40 ml per kilogram berat badan per hari. Jumlah itu setara dengan sekitar 1500 ml.
Baca juga : MODENA Pure Hub Sediakan Fasilitas Isi Ulang Air Minum Gratis di CFD
“Amidis itu sendiri melalui proses disaring (multi filtrasi), yang disaring berulang-ulang dan kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi atau pemasakan suhu 110°C. Uap hasil pemanasan tersebut lalu didinginkan, sehingga yang diambil hanya uapnya saja,” tuturnya.
Amidis hadir sebagai satu-satunya air minum dalam kemasan yang telah beredar dan telah dimasak di atas suhu 110°C melalui proses distilasi.
Head of Marketing Amidis - Astrid Adelaide Siregar mengatakan, Amidis adalah air minum kemasan yang baik untuk dikonsumsi.
Hal ini disebabkan karena Amidis melalui tiga tahap utama pemurnian air, yakni Multi Filtration, Purification dikenal pemurnian lanjutan, dan Distilasi (proses penyulingan air).
“Air dipanaskan di atas suhu 110°C dan uapnya dikondensasi menjadi air murni dengan tingkat kemurnian 0 PPM, yang artinya tidak mengandung zat terlarut, termasuk mineral atau senyawa lain—benar-benar H₂O murni). Jadi, Amidis adalah air minum yang sudah dimasak,” bebernya.
Baca juga : Aturan Relaksasi Impor Dicabut, Industri Manufaktur Makin Ngegas
Amidis merupakan air murni hasil distilasi/dimasak itu telah terbukti bebas dari kontaminan dan logam berat, seperti timbal, merkuri, arsenik, dan zat berbahaya lainnya.
Tentu saja, air murni hasil distilasi/dimasak membantu mengurangi beban kerja ginjal. Jadi, #Jangan Telan Mentah–Mentah, Pikir Lagi Masak – Masak dan pilihlah Amidis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.