RM.id Rakyat Merdeka - Klinik dr. Yanti Stem Cell Mangkuluhur menandai dua tahun operasionalnya dengan memperluas jaringan internasional dan memperkuat pengembangan layanan terapi regeneratif berbasis stem cell, biohacking, wellness, serta estetika. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong Indonesia menjadi destinasi layanan kesehatan berbasis medical tourism yang mampu bersaing di tingkat global.
Dalam perayaan ulang tahun kedua yang digelar di Jakarta, Founder Klinik dr. Yanti Stem Cell, Dr. Yanti Khusmiran, mengatakan ekspansi internasional menjadi salah satu pencapaian penting perusahaan. Setelah membuka cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, klinik tersebut dijadwalkan membuka cabang baru di Cancun, Meksiko, pada Juli 2026.
"Perjalanan dua tahun ini telah membuktikan eksistensi kehadiran Klinik dr. Yanti Stem Cell di Indonesia dan juga telah diperhitungkan di dunia internasional. Kami menjadi satu-satunya klinik asal Indonesia yang telah memiliki cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, dan pada Juli 2026 akan membuka cabang baru di Cancun, Meksiko," ujar dr. Yanti.
Menurutnya, ekspansi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan industri kesehatan nasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pasar layanan kesehatan internasional. Upaya itu juga diarahkan untuk mengurangi devisa yang keluar akibat masyarakat berobat ke luar negeri sekaligus menarik pasien mancanegara melalui program medical tourism yang mulai dijalankan di Jakarta dan Bali.
Selama dua tahun beroperasi, Klinik dr. Yanti Stem Cell telah menangani lebih dari 100 pasien dengan beragam kondisi kesehatan, mulai dari diabetes, stroke, gangguan jantung, penyakit autoimun, hingga gangguan neurologis seperti autisme. Diabetes tipe 2 menjadi kasus yang paling banyak ditangani, seiring meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif di masyarakat.
Baca juga : Klinik Waluya Sejati Abadi Segera Layani BPJS, Ditinjau Wali Kota Sukabumi
Dr. Yanti menjelaskan, terapi stem cell yang dikembangkan kliniknya berfokus pada perbaikan organ yang mengalami kerusakan, bukan sekadar mengendalikan gejala penyakit. Pendekatan tersebut didasarkan pada konsep regenerasi sel dan jaringan yang menjadi fondasi terbentuknya organ tubuh.
"Yang kami obati bukan gejalanya, tetapi organ yang mengalami kerusakan. Karena pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari sel. Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, dan organ yang bekerja bersama-sama menciptakan kehidupan yang sehat," ujarnya.
Menurutnya, pada kasus diabetes tipe 2, terapi diarahkan untuk membantu memperbaiki fungsi pankreas sebagai organ penghasil insulin. Kerusakan pembuluh darah akibat diabetes juga dapat memicu gangguan pada berbagai organ vital seperti jantung, otak, ginjal, dan mata, sehingga penanganan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Manajemen klinik juga memaparkan tujuh pilar strategi pengembangan yang menjadi landasan ekspansi bisnis ke depan. Strategi tersebut mencakup penguatan merek, positioning sebagai bagian dari jaringan internasional terapi stem cell melalui keanggotaan International Society for Stem Cell Application (ISSCA), peningkatan reputasi tenaga medis bersertifikasi internasional, pengembangan layanan berdasarkan profil pasien, penguatan daya tarik medical tourism, peningkatan pengalaman pasien, serta penerapan protokol terapi yang lebih terstandarisasi.
Sebagai mitra Global Stem Cell Group yang berbasis di Amerika Serikat dan anggota ISSCA, klinik tersebut juga memperkuat kegiatan riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas layanan serta hasil terapi pasien.
Baca juga : Kembangkan Produk Lokal, Sanga Sanga Perluas Industri Herbal Hingga Pasar Global
Selain layanan stem cell, klinik ini mulai mengembangkan program biohacking sebagai bagian dari pendekatan kesehatan preventif dan peningkatan kualitas hidup. Program tersebut dirancang untuk mendukung fungsi sel dan organ melalui intervensi berbasis bioteknologi yang dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup sehat.
"Biohacking pada dasarnya memberikan nutrisi kepada sel-sel yang mengalami kerusakan sehingga organ dapat kembali bekerja lebih optimal," kata dr. Yanti.
Ia menilai tren meningkatnya penyakit degeneratif pada usia produktif menjadi tantangan baru bagi dunia kesehatan. Karena itu, terapi regeneratif perlu diimbangi dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, dan kedisiplinan pasien dalam menjalani program terapi agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Untuk memperkuat segmen medical tourism, klinik tersebut juga meluncurkan program Ultra Luxury Stem Cells Medical Tourism yang menggabungkan terapi stem cell, biohacking, anti-aging, longevity, dan preventive medicine dalam paket layanan selama empat hari. Program ini menyasar pasien domestik maupun mancanegara dengan fasilitas terpadu mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga layanan pendampingan dan akomodasi premium.
"Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai destinasi medical tourism yang mampu bersaing dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura," ujar dr. Yanti.
Baca juga : Kokola dan LPEI Perkuat Ekspor FMCG Indonesia ke Pasar Global
Berdasarkan data internal perusahaan, sekitar 80 persen pasien yang mengikuti terapi secara lengkap menunjukkan hasil yang positif. Selain diabetes, layanan yang banyak dimanfaatkan mencakup terapi untuk penyakit autoimun, gangguan saraf, stroke, gangguan jantung, hingga terapi pendukung bagi pasien kanker melalui pendekatan imunoterapi berbasis sel.
Menutup paparannya, dr. Yanti berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan terapi stem cell di Indonesia terus diperkuat agar teknologi regeneratif dapat dimanfaatkan lebih luas dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif.
"Kami berharap pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dapat memberikan dukungan yang positif terhadap pengembangan terapi stem cell sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.