RM.id Rakyat Merdeka - PT Selatox Bio Pharma (Selatox) resmi mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat kapasitas manufaktur biofarmasi sekaligus mempercepat langkah menuju pusat manufaktur bertaraf global.
Perolehan sertifikasi CPOB tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat.
Sertifikasi CPOB menjadi pengakuan resmi bahwa fasilitas produksi dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar ketat yang ditetapkan BPOM.
Dengan capaian ini, Selatox memperkuat fondasi produksi untuk menghasilkan produk biofarmasi estetika berkualitas tinggi sekaligus mempercepat realisasi visinya sebagai pusat manufaktur bertaraf global.
Mengusung tema "Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty", peresmian tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya sertifikasi CPOB sekaligus memperkenalkan kapabilitas manufaktur dan arah pengembangan bisnis Selatox di tingkat internasional.
Baca juga : KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin
Acara tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, BPOM RI, organisasi profesi kesehatan, klinik estetika, tenaga kesehatan, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta menyoroti pentingnya infrastruktur manufaktur, sistem manajemen mutu berstandar tinggi, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten sebagai fondasi pertumbuhan industri biofarmasi yang berkelanjutan.
Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Saat ini perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A.
Fasilitas manufaktur yang baru diresmikan dilengkapi sistem produksi berteknologi modern, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur.
Dengan sertifikasi CPOB yang telah diperoleh, fasilitas tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP).
Sistem produksi dirancang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk secara konsisten mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, hingga distribusi.
Baca juga : Resmikan Kantor Baru, ORI Perkuat Program Untuk Rakyat
Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon mengatakan, sertifikasi CPOB merupakan pencapaian penting yang memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk biofarmasi berkualitas tinggi.
"Perolehan sertifikasi CPOB dari BPOM Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan. Melalui proses produksi yang presisi dan pengendalian mutu yang ketat, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan para mitra kami," ujarnya.
Ia menambahkan, sertifikasi tersebut menjadi langkah awal Selatox dalam membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, hingga ekspansi bisnis global.
Menurutnya, perusahaan juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional guna mendukung kemajuan industri farmasi dan bioteknologi nasional.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah menyampaikan, pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas produksi farmasi dalam negeri sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.
Menurutnya, kehadiran fasilitas manufaktur seperti Selatox diharapkan dapat memperkuat kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.
Baca juga : Bendungan Rukoh Kurangi Risiko Banjir, Perkuat Ketahanan Pangan Di Pidie
Senada, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengapresiasi pencapaian Selatox dalam memperoleh sertifikasi CPOB.
"Kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi serta pencapaian sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat, sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia," katanya.
Melalui peresmian fasilitas manufaktur dan pencapaian sertifikasi CPOB, Selatox menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset, pengembangan, manufaktur, dan operasional bisnis global.
Berlandaskan kualitas dan kepercayaan, perusahaan menargetkan terus tumbuh sebagai manufaktur biofarmasi bertaraf global sekaligus berkontribusi terhadap penguatan industri biofarmasi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.