BREAKING NEWS
 

Bangun Center of Excellence Di Makassar

Menkes Ajak Berobat Di Dalam Negeri Saja

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Rabu, 1 Februari 2023 07:50 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (kiri) dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (kedua kiri) melihat maket Rumah Sakit (RS) UPT Vertikal Makassar saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/1/2023). (Foto: ANTARA FOTO/ARNAS PADDA/TOM)

 Sebelumnya 
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ber­syukur atas inisiatif Pemerintah Pusat dalam membangun RS vertikal penyakit katastropik untuk wilayah timur Indonesia di Kota Makassar.

Sebagai salah satu wujud komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda) yakni menghibahkan lahan seluas 6,2 hektar untuk pembangunan RS.

“Saya serahkan lahan tahun lalu untuk Pak Menteri Kesehatan, karena pembangunannya untuk masyarakat. Dibangun di lahan emas hasil reklamasi di Center Point of Indonesia (CPI),” ujarnya.

Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Sunarto menjelaskan, RS ini dibangun di lahan seluas 6,2 hektar di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Som­bala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Baca juga : Jamu Mendag Zulhas Di Al Ula, Mendag Saudi: Sejarah Baru Hubungan Dagang 2 Negara

Bangunan RS terdiri dari 3 gedung, yang diperuntukkan sesuai kekhususan pelayanan­nya, yaitu Gedung Jantung, Otak dan Kanker.

Selain itu, untuk menunjang pelayanan diagnostic dan pene­litian dilengkapi 1 Gedung Po­dium.

Dibangun secara multiyears, RS direncanakan selesai dalam kurun waktu 600 hari, dan akan diresmikan pada bulan ke 6 tahun 2024

Total bed yang akan dibangun berjumlah 768 Tempat Tidur (TT). Terdiri dari 226 TT untuk pelayanan jantung, 268 TT untuk pelayanan otak dan 274 TT untuk pelayanan kanker.

Baca juga : Kemenperin Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Bangunan RS juga dileng­kapi dengan 16 ruang operasi, 7 cathlab, 95 tempat tidur perawatan intensif serta fasili­tas radioterapi dan kedokteran nuklir.

“Kami juga sudah memper­timbangkan rumah singgah untuk pasien yang akan dibangun sebanyak 48 tempat tidur,” ujar Sunarto.

Pembangunan RS juga mengusung konsep smart hospital, serta menghadirkan layanan teknologi canggih seperti Immunotherapy dan Chemotherapy, Brain Check-up, Cathlab, CT-Scan, Nitro CryoSurgery, MRI 1,5 & 3 Tesla.

Lalu, Nuclear Medicine: SPECT-CT & Hotlab, PET Scan & Hotlab, Lab. RIA, RIRA, Cyclotron, Radiotherapy Linac-Cyberknife, Robotic Surgery, Transplantasi, serta Stem Cell/ Cell Cure.

Baca juga : Menkes Panggil Anak Bangsa Mengabdi Di Negeri Sendiri

Khusus untuk pemenuhan sumber daya manusia pelayanan di rumah sakit, diharapkan dapat terpenuhi 80-90 persen dari tenaga kesehatan lokal wilayah timur. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense