RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus mendorong penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama di sektor rantai pasok. Pasalnya, sektor ini kesulitan dalam mengakses layanan perbankan karena dinilai rentan.
Menurut dia, pihaknya diminta mencari terobosan supaya penyaluran KUR tidak itu-itu saja. Pasalnya, penyaluran KUR ditargetkan sebesar Rp 460 triliun. Namun dia juga memahami bank tak mau gegabah menyalurkan KUR. Apalagi, risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) biasanya menjadi pertimbangan utama perbankan.
Diakui Teten, dengan KUR Klaster risiko NPL bisa lebih berkurang. Bagaimana UMKM terhubung dengan off taker rantai pasok industri seperti benchmark UMKM yang ada di Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China, di mana kredit perbankan UMKM mencapai lebih dari 60 persen.
“Yang paling bagus itu di Korsel, 81 persen kredit perbankan untuk UMKM. UMKM di sana terhubung dengan rantai pasok industri bahan setengah jadi untuk bahan industri ada kepastian market, ini yang sedang dibangun,” tegasnya
Baca juga : Mentan Ajak Peternakan Bogor Penuhi Kebutuhan Daging Lokal
Ia menekankan, Kemenkop UKM terus memperluas KUR Klaster yang plafonnya cukup besar mencapai Rp 500 juta, sehingga mampu mendorong percepatan penyaluran. Di sisi lain pihaknya mengusulkan OJK agar perbankan tak hanya menggunakan pendekatan konvensional kolateral, dengan menggunakan jaminan. Di mana tak semua aset UMKM bisa dipakai sebagai agunan.
Menurut dia, yang cukup efektif adalah menerapkan credit scoroing yang saat ini banyak digunakan oleh fintech. Meski suku bunga fintech sangat tinggi, namun optimisitis masih ada presisi melihat track record konsumen. Sehingga bisa melihat pinjaman lebih murah, akan memudahkan pinjaman kepada sektor rantai pasok ini.
KUR Klaster adalah skema pembiayaan KUR kepada kelompok usaha dengan plafon hingga Rp 500 juta. KUR Klaster biasanya ditujukan untuk kelompok usaha yang melibatkan mitra usaha untuk perkebunan rakyat, perikanan rakyat, peternakan rakyat, industri UMKM, serta kelompok usaha yang memproduksi produk lokal, berbahan baku lokal dan usaha produktif lainnya.
Teten menegaskan, KUR Klaster, kredit diberikan kepada UMKM secara berkelompok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga ada kepastian pasar bagi pelaku UMKM karena off taker atau pembelinya sudah jelas. Pengelolaan UMKM secara kelompok juga memudahkan perbankan melakukan proses monitoring.
Baca juga : Menteri Hadi Serahkan Sertipikat Wakaf Di Samarinda
“Pelaku UMKM yang tergabung dalam Klaster memiliki kepastian akses pasar, sehingga potensi kredit macet rendah. Saat ini sedang dilakukan percobaan di beberapa sektor sebagai bagian dari upaya memudahkan UMKM mengakses KUR, sekaligus solusi bagi perbankan agar kredit tidak macet,” ujar Teten.
Teten menambahkan, untuk mendorong perluasan penyaluran KUR klaster tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM telah menjalankan beberapa program penerapan KUR Klaster. Melalui skema ini, jumlah KUR yang disalurkan lebih besar dan kelompok UMKM tersebut terhubung dengan mitra usaha seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, PT Bintang Toedjoe, PT Cantika Puspa Pesona, PT Erajaya Group dan Offtaker lainnya.
Kemenkop UKM juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat penyaluran KUR, seperti analisa kelayakan kredit sehingga perbankan tidak perlu khawatir dalam menyalurkan pinjaman. Agar ini terwujud, perlu ada kolaborasi dengan platform digital.
Hingga 11 April 2023 telah terealisasi KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok sebesar Rp 538,7 miliar kepada 50 Klaster dengan anggota klaster sebanyak 5.310 UMKM oleh 9 Penyalur KUR. Teten berharap, lembaga keuangan dapat memperluas skema KUR Klaster.
Baca juga : Sowan Ke MUI, Menteri Hadi Minta Didoakan Menang Lawan Mafia Tanah
Secara total ekspektasi dalam waktu dekat akan ikut dalam penyerahan KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok sebesar Rp 1,34 Triliun kepada 117 Klaster dengan anggota klaster sebanyak 15.776 UMKM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.