BREAKING NEWS
 

5 Inovasi Kemenag Buahkan Kesuksesan Haji 2024

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 25 Juli 2024 21:47 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menganggap pelaksanaan haji 2024 sukses dan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Di balik kesuksesan ini, ada lima inovasi yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag)

Pertama, transformasi digital dalam rekrutmen petugas. “Pendaftaran terbuka dan online. CAT (computer assisted test) untuk semua petugas termasuk tenaga pendukung PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) di Arab Saudi dan mahasiswa Timur Tengah,” terang Menag, dalam Closing Statement Haji 2024, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (25/7/2024).

Baca juga : Ada 4 Hal Serba Perdana pada Pelaksanaan Haji 2024

Kedua, aplikasi Kawal Haji. Kata Menag, aplikasi ini memberi ruang bagi jemaah dan keluarga jemaah, bahkan masyarakat umum, untuk menyampaikan keluhan dan aduan jika mengalami masalah. “Hasilnya, beragam masalah lebih cepat teridentifikasi dan tertangani,” imbuhnya.

Adsense

Ketiga, safari wukuf lansia non mandiri dan disabilitas dengan persiapan yang lebih matang, baik dari aspek akomodasi, petugas, maupun layanan konsumsi. Menag menerangkan, tahun ini ada 293 jemaah haji lansia non mandiri dan disabilitas yang terfasilitasi dan merasa bersyukur bisa tetap menjalankan wukuf di Arafah di tengah keterbatasan jemaah.

Baca juga : Konsolidasi Kepemudaan, BePro Jakarta Siap Sukseskan Silatnas Bersama Prabowo

Keempat, penggunaan IPS (International Patient Summary) atau riwayat kesehatan jemaah haji pada kartu jemaah haji. IPS berisikan resume kesehatan jemaah dari sisi demografi, alergi/intoleransi, pengobatan, penyakit, dan imunisasi/vaksinasi.

“Dengan informasi ini, layanan kesehatan di Arab Saudi dapat memberikan tindakan medis yang lebih tepat dan terukur,” terang Menag.

Baca juga : Kolaborasi Wheels dan Honda Luncurkan Koleksi Diecast Terbaru di GIIAS 2024

Kelima, penyederhanaan proses tunda/batal visa untuk optimalisasi penggunaan kuota haji. Jemaah yang sudah terbit visanya namun karena sesuatu hal batal/tunda, diinput oleh tim Kantor Kemenag Kabupaten/Kota ke Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

“Sehingga, Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Pusat dapat segera membatalkan dan mengajukan visa penggantinya. Pendekatan ini berhasil mengoptimalkan serapan kuota haji hingga tahun ini hanya tersisa 45 kuota,” terang Menag.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense