RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memperluas areal tanam, atau PAT, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, secara maksimal.
Diketahui, Sukabumi merupakan daerah ketiga terbesar di Jawa Barat yang memiliki target PAT seluas 12.158 hektare.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP Kementan) yang juga PJ PAT Jawa Barat, Leli Nuryati mengatakan hingga saat ini, capaian PAT di sana sudah mencapai 8.946,9 ha atau 73,59 persen atau memiliki luas tanam terbesar keempat di Jawa Barat.
Menurutnya, progres tersebut tak lepas dari dukungan pompanisasi sebagai solusi cepat mengantisipasi kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.
Baca juga : Sidik Cyber Siapkan Akademi Tingkatkan Literasi Keamanan Data Pribadi
Karena itu, kata Leli, pemenuhan target di Sukabumi harus terus dikejar untuk memaksimalkan produksi di akhir tahun.
"Saya meminta kepada para penanggungjawab yang ada di posko darurat pangan untuk segera melakukan identifikasi sumber-sumber air sebagai lokasi pompanisasi," ujar Leli, dikutip Jumat (30/8/2024).
Leli mengatakan, koordinasi lintas sektor semakin diperkuat terutama dengan jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan juga kementerian PUPR sebagai penyedia infrastruktur air.
"Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan terutama dengan PUPR, BBWS dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pompa yang telah didistribusikan," tuturnya.
Baca juga : Demokrat Resmi Dukung Poltak-Anugerah Di Pilkada Kabupaten Toba
Mengenai hal ini, Tim Penanggungjawab Pompanisasi dan PAT Kabupaten Sukabumi, Nani Suwarni memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengejar target PAT secara cepat.
"Kami bersama-sama dengan TNI terus mengawal program PAT di Kabupaten Sukabumi yang merupakan wilayah target terbesar ketiga di Jawa Barat," ungkap dia.
Nani mengatakan, saat ini para petani mulai melakukan pertanaman kedua atau ketiga setelah sebelumnya melakukan pertanaman pertama dengan memanfaatkan program pompanisasi yang terhubung dengan sungai-sungai atau sumber air permukaan.
"Dengan adanya bantuan pompa ukuran 6 inci dari Kementan, Alhamdulillah ini sudah pertanaman yang kedua dan Insya Allah kita bisa tanam untuk yang ketiga. Jadi ada peningkatan indeks pertanaman yang tadinya satu (IP1) menjadi dua atau tiga kali dalam setahun," bebernya.
Baca juga : Ketua MPR Ingatkan Tantangan Indonesia di Usia ke-79 Tahun Makin Rumit dan Beragam
Nani menambahkan Kabupaten Sukabumi telah memanfaatkan bantuan pompa dan irigasi perpompaan yang didapat dari Kementerian Pertanian.
Untuk pompanisasi, aliran air ke areal persawahan kira-kira mencapai 50-100 meter.
"Alhamdulillah dengan adanya pompa ini pertanaman di beberapa lokasi Kabupaten Sukabumi bisa terselamatkan dan bisa kembali menanam," jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.