Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sidik Cyber Siapkan Akademi Tingkatkan Literasi Keamanan Data Pribadi
Rabu, 28 Agustus 2024 22:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Persoalan keamanan data dan ketahanan digital masih menjadi sorotan banyak kalangan di tengah situasi dan perkembangan kekinian tentang kejahatan siber dan sebagainya. Hal ini seperti disampaikan oleh praktisi digital sekaligis CEO PT Solusindo Digital Holistik (Sidik Cyber), Yonathan Yeremia.
"Ya, keamanan data memang menjadi salah satu isu krusial dalam era digital saat ini," kata pria yang karib disapa Joe tersebut kepada wartawan, Rabu (28/8/2024).
Meski demikian, ia masih bersyukur bahwa kesadaran tentang keamanan data dan siber di kalangan masyarakat dewasa ini cukup meningkat.
Walaupun ia juga menekankan bahwa tantangan yang besar saat ini adalah bagaimana caranya agar semakin memasifkan kesadaran itu hingga ke tahap tertentu.
Baca juga : KNDS Siapkan Transfer Teknologi Pembuatan Amunisi Dan Artileri
"Di Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya melindungi data pribadi dan organisasi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Untuk meningkatkan kesadaran keamanan data dan siber kepada masyarakat, Joe memiliki program yang saat ini tengah ia jalankan. Yakni melakukan literasi digital kepada masyakarat secara masif agar pendekatannya bisa lebih holistik.
"Benar, SIDIK CYBER berkomitmen untuk berperan aktif dalam edukasi publik melalui Sidikcyber Media dan Sidikcyber Academy," terang Joe.
Target dari program ini adalah, bagaimana agar masyarakat tidak hanya sekadar tahu tentang pentingnya keamanan data, akan tetapi bagaimana agar masyarakat tahu bagaimana cara mengantisipasi serangan kejahatan keamanan data digital, sekaligus mewaspadai potensi kesalahan dalam pengamanan data pribadi.
Baca juga : HUT Ke-278, PosIND Tingkatkan Pelayanan Dan Transformasi
"Banyak masyarakat yang masih belum memahami risiko digital dan langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi diri mereka. Sementara edukasi yang ada sering kali hanya dilakukan oleh beberapa pihak dan belum menjadi gerakan nasional yang menyeluruh," tuturnya.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa gerakan yang berujung pada merdeka digital ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu ada kolaborasi semua pihak dan institusi terkait seperti Pemerintah.
Apalagi literasi digital untuk menuju misi Merdeka Digital tersebut adalah bagian dari tantangan negara.
"Kami menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan sektor swasta dan komunitas untuk meluncurkan kampanye edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kampanye ini harus menjangkau semua lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan menggunakan berbagai media, termasuk televisi, internet, dan kegiatan langsung di lapangan," paparnya.
Baca juga : Awasi Penyimpangan Laporan Dana Desa
Di sisi lain, Joe juga mengatakan, perlu juga dilakukan dua langkah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang dinilai masih banyak yang abai dalam pengamanan data mereka masing-masing.
Setidaknya, diperlukan pendekatan yang holistik, yang mencakup edukasi dan regulasi. Salah satunya adalah kampanye kesadaran digital harus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan nasional, sehingga sejak dini masyarakat memahami pentingnya privasi dan keamanan data.
"Selain itu, regulasi terkait perlindungan data harus disertai dengan panduan praktis yang mudah dipahami oleh masyarakat umum," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya