BREAKING NEWS
 

10 Tahun Program Perlindungan Sosial

Beban Rakyat Diringankan, Angka Kemiskinan Turun

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 17 September 2024 08:20 WIB
Warga mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), untuk kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. (Foto: Kharizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program perlindungan sosial adalah strategi Pemerintah untuk melindungi dan membantu masyarakat miskin dan rentan. Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Rakyat Merdeka menerima sejumlah testimoni dari masyarakat, terkait hal ini.

Salah satunya, Siswi Nurmala Sari. Wanita berusia 50 tahun ini merasa sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengobatan kanker payudara secara gratis melalui Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Ini adalah salah satu jenis program perlindungan sosial bidang kesehatan, yang dikeluarkan BPJS Kesehatan, untuk kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Pengobatan yang diterima Siswi Nurmala mencakup biaya operasi, kemoterapi dan perawatan lainnya. “Saya merasakan negara hadir membantu kesulitan saya, rakyat kecil yang tidak memiliki biaya berobat dan penyakit berat seperti ini,” katanya, lirih kepada Rakyat Merdeka, pekan lalu. Dia bilang, selama ini hidupnya pas-pasan. Tak akan mampu membiayai pengobatan kanker, jika tak dibantu Pemerintah. Penyakit ini, tergolong sangat mahal biaya pengobatannya.

Baca juga : Pilgub DKI Bisa Satu Putaran

Kemoterapi, pengobatan mutlak untuk penyakit kanker, biayanya berkisar Rp 750 ribu sampai Rp 7 juta persatu kali tindakan. Padahal, pasien kanker, harus menjalani kemoterapi berkali-kali, bahkan ada yang puluhan kali. Sehingga biayanya bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Awalnya, Siswi Nurmala menggunakan BPJS Mandiri kelas III, dengan iuran Rp 25.500 per orang per bulan. Tapi, lama-lama iuran ini terasa berat, karena penghasilan suaminya tidak pasti, bekerjanya serabutan. Bersyukur, ibu tiga anak ini kemudian mengajukan perubahan menjadi BPJS PBI atau Pasien Bantuan Iuran. Sehingga iuran BPJS-nya dibantu oleh Pemerintah.

“Alhamdulillah, pihak rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS Mandiri dan BPJS PBI. Di RS Pelni, kami dirawat sama dengan pasien lainnya,” katanya. Hanya, masih ada beberapa obat yang tidak di-cover BPJS, harus dibeli di luar.

Baca juga : Yang Mau Jalan-jalan Ke IKN, Silakan Datang

Dia mengidap kanker sejak dua tahun lalu. Sempat berhenti kemoterapi karena kondisinya nge-drop, dan harus ditransfusi darah. Kanker juga sudah menyebar ke jejaring tubuhnya yang lain. Dia tetap optimis, penyakitnya bisa sembuh.

“Kankernya menjalar ke kelenjar getah bening di ketiak. Tangan saya sulit digerakkan. Tapi setidaknya, beban saya berkurang karena pengobatan ini saya jalani tanpa biaya. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, dan berharap program BPJS gratis ini bisa berlanjut. Manfaatnya sangat terasa bagi rakyat kecil,” imbuh warga Jurangmangu, Tangerang Selatan ini.

Penerima manfaat program perlindungan sosial lainnya, Sri Wahyuni. Warga Penjaringan, Jakarta Utara ini juga mendapatkan manfaat dari BPJS Kesehatan, untuk mengobati penyakitnya. Sri merasa senang dan terharu, karena menjalani operasi HNP Servikal, HNP Lumbal dan pengobatan Infeksi Saluran Kemih, tanpa membayar sepeser pun. Seluruh rangkaian pengobatannya digratiskan. Mulai dari diagnosis, pemeriksaan, operasi, hingga observasi.

Adsense

Baca juga : Ganti Ketum Lewat Munaslub, Kadin Tak Semulus Golkar

“Obat pun dikasih obat yang bagus,” ujar Sri Wahyuni, dalam rekaman video yang diposting di Instagram BPJS Kesehatan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense