RM.id Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Prabowo Subianto bertekad mendongkrak sektor industri pariwisata nasional di masa pemerintahannya. Harapannya, sektor pariwisata bisa berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 5%.
Tim Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Taufan Rahmadi mengatakan, sektor pariwisata nantinya harus sejalan dengan arah kebijakan dari Prabowo selaku pemimpin negara.
Taufan yakin pertumbuhan kontribusi terhadap PDB itu bisa diraih dengan terus menjaga kinerja holding BUMN Pariwisata yakni In Journey.
"Di beberapa kesempatan kita bisa melihat, bagaimana Bapak Prabowo menegaskan betapa pariwisata adalah sektor prioritas. Menurut saya, dengan pergerakan yang dilakukan BUMN dengan BUMN pariwisatanya ini kontribusi ini bisa Insya Allah, kalau menurut saya bisa mencapai kembali ke angka 5%. Kita berusaha itu," ujarnya dalam sesi diskusi bersama Kementerian BUMN di Gedung Sarinah, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Baca juga : Pasca Restrukturisasi, Aset Pertamina Tumbuh 32 Persen
Taufan menyatakan, Prabowo kerap menyampaikan komitmen kerasnya terhadap pariwisata nasional di hadapan publik internasional.
"Salah satu yang menarik adalah, ketika beliau berbicara di media-media internasional atau bertemu dengan pemimpin-pemimpin di dunia, kekuatan daripada sosok bapak Prabowo itu adalah satu, berbicara tentang strong leadership," ungkap lelaki asal NTB yang juga dikenal sebagai pakar strategi pariwisata nasional ini
Menurut lelaki yang membawa Lombok meraih penghargaan internasional sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia di ajang World Halal Travel Award 2015 di Abu Dhabi, UAE ini, kepemimpinan kuat alias strong leadership jadi kunci untuk industri pariwisata.
"Artinya apa? Kekuatan/kepastian dari investasi pariwisata, kekuatan/kepastian dari ekonomi pariwisata, kekuatan/kepastian daripada keamanan dari wisatawan yang datang, itu benar-benar menghadirkan angin segar, angin positif," tuturnya.
Baca juga : Lewat Pompanisasi, PAT Boyolali Capai Target 100 Persen
"Itu yang membuat para pemimpin dunia, para pelaku industri dunia optimis terkait pariwisata Indonesia di masa depan."
"Dan semua ini sedang berproses, maka kita tunggu pada waktunya nanti presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto yang akan menjelaskannya,” tambah Taufan.
Lebih lanjut, anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan PIC Mandalika Kemenparekraf RI (2016-2018) ini memaparkan potensi industri pariwisata yang menyimpan peluang bisnis luar biasa besar. Antara lain, sebagai penyumbang 7 persen dari total ekspor dunia, 10 persen GDP dunia berasal dari pariwisata, hingga 1 dari 10 lapangan kerja di dunia terkait dengan pariwisata.
"Di Indonesia, dari 100 orang disurvei, itu ternyata 20 orang bekerja di sektor pariwisata. Data terakhir yang kami dapatkan, bahwa ternyata masyarakat Indonesia yang bergantung hidup di sektor pariwisata itu sudah hampir mencapai angka 40 juta (jiwa)," bebernya.
Baca juga : Katadata Telco Survey: Elektabilitas Ridwan Kamil Tembus 50 Persen
"Jadi jangan main-main sama pariwisata. Pariwisata ini seperti raksasa tidur," tegas Ketua Dewan Pengawas Indonesia Homestay Association (IHSA).
Taufan memastikan semua sedang berproses. Semua dipikirkan bersama-sama dan akan ada komunikasi-komunikasi yang berkelanjutan dengan para pihak terkait hal ini.
"Pariwisata masa depan tentunya adalah berbasisnya Asta Cita. Yang berbicara tentang kesejahteraan, berbicara tentang membuka lapangan kerja. Ini menjadi konsen-konsen ke depan nanti. Terutama nanti bisa memberikan kontribusi daripada PDB Nasional," pungkas Taufan Rahmadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.