Sebelumnya
Apalagi langkah-langkah BPOM untuk menurunkan harga obat?
BPOM dapat berpartisipasi dalam menurunkan harga obat melalui pengelolaan izin untuk bahan baku obat yang diimpor, yang mencapai 94 persen dari total bahan baku. Di sinilah kita bisa bekerja sama untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku.
Saat ini, dari ratusan ribu jenis obat, hanya 15 item yang diproduksi di dalam negeri. Ironisnya, harga obat yang diproduksi dalam negeri ternyata lebih mahal dibandingkan dengan obat yang diimpor. Akibatnya, banyak pengusaha memilih untuk mengimpor obat daripada memproduksinya secara lokal.
Situasi ini menunjukkan terbatasnya produksi di dalam negeri. Kurangnya pasokan, pada gilirannya memicu kenaikan harga. Ini adalah hukum ekonomi yang tidak dapat dihindari.
Baca juga : Hilirisasi Sawit Untuk Kita Berjaya Di Dunia
Selain itu, kita juga dapat memberikan insentif khusus, seperti percepatan proses izin edar untuk obat-obat baru. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ketersediaan obat di dalam negeri dapat meningkat, yang pada akhirnya akan membantu menurunkan harga obat di pasaran.
Apalagi terobosan BPOM agar harga obat bisa lebih murah?
Tidak semua obat harganya mahal. Beberapa obat baru mungkin tergolong mahal karena masih dalam masa paten. Tetapi obat generik umumnya tersedia dengan harga terjangkau, bahkan lebih murah dibandingkan negara tetangga. Kenaikan harga juga bisa disebabkan oleh biaya kemasan yang tinggi. Kadang harga kemasan bisa lebih mahal daripada harga obat itu sendiri.
Di Amerika Serikat, misalnya, kebijakan pengemasan yang efisien dapat mengurangi biaya dan meningkatkan volume produk. Di Indonesia, terdapat sistem pengkodean obat. Kode merah memerlukan resep dokter, obat biru dan hijau bisa dijual dengan batasan tertentu. Kode hijau bisa dijual di toko obat. Ini bisa menurunkan harga.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Disiapkan Rp 71 Triliun
Kami juga telah melakukan pertemuan dengan pengusaha obat untuk mendiskusikan alasan di balik harga obat yang tinggi. Dari 240 perusahaan obat, 190 di antaranya aktif memproduksi. Mereka telah menandatangani komitmen untuk membantu menurunkan harga obat.
Saat ini banyak obat herbal dan skincare yang dipasarkan di media sosial. Sebagian di antaranya tidak memiliki izin edar. Bagaimana tanggapan Anda?
Produk yang tidak terdaftar di BPOM berarti tidak ada jaminan keamanan. Jika suatu produk telah terdaftar, artinya telah melewati proses pengujian yang ketat. Sebaliknya, produk yang tidak terdaftar di BPOM dikategorikan sebagai ilegal, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Kemarin, kami telah memusnahkan hampir 1 juta item produk ilegal bersama satuan tugas. Karena produk tersebut berpotensi membahayakan kesehatan. Kita tidak tahu kandungan bahan yang digunakan dalam produk-produk tersebut. Dengan terdaftarnya suatu produk di BPOM, berarti produk tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga kami dapat melindungi masyarakat dari masalah kesehatan.
Baca juga : Wali Kota Depok Idris Dilaporkan Ke Bawaslu
Ada juga produk skincare sedang banyak diperbincangkan, dan banyak artis yang mempromosikannya. Beberapa dari mereka sudah dipanggil dan diingatkan bahwa jika ada masalah, mereka dapat dituntut. Kami juga merasa perlu untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang terdaftar dan aman.
(Nantikan video wawancara ini di kanal YouTube Rakyat Merdeka TV).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 10 Oktober 2024 dengan judul Wawancara Khusus Dengan Kepala BPOM Taruna Ikrar, “Kami Tancap Gas Untuk Meraih Reputasi Global”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.