BREAKING NEWS
 

Eksklusif Dengan Menko PMK Pratikno

Presiden Ingin Demokrasi Yang Bisa Dirasakan Rakyat

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Kamis, 21 November 2024 08:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Apakah sekolah unggulan akan mengikuti model seperti SMA Insan Cendekia (Tangerang), SMA Pradita Dirgan­tara (Boyolali), atau SMA MH Thamrin (Jakarta)? Apakah akan dibangun di satu kota, provinsi, atau diperbanyak di seluruh Indonesia?

Peningkatan kualitas pendidikan di semua sekolah tetap menjadi prioritas utama. Ini mencakup renovasi infrastruk­tur, peningkatan kualitas guru, dan penerapan teknologi digital untuk pembelajaran. Kami ingin memastikan, semua sekolah di Indonesia berkualitas tinggi.

Namun, kami juga memahami pentingnya menyediakan ruang khusus bagi talenta-talenta istimewa dari seluruh Indonesia. Untuk itu, akan dibangun seko­lah unggulan berstandar inter­nasional di beberapa provinsi. Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi yang mampu bersaing di perguruan tinggi global kelas dunia.

Meski sekolah unggulan ini berlokasi di provinsi tertentu, peserta didiknya akan direkrut dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Jadi, prinsipnya tetap akses pendidikan yang merata dan peningkatan kualitas.

Baca juga : Gibran: Jangan Terpecah Karena Perbedaan Politik

Presiden menekankan pentingnya ilmu dasar, yang men­jadi tugas utama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Apakah ada alokasi khusus untuk menarik lebih banyak peminat ilmu dasar, yang menjadi basis kekuatan suatu negara? Apakah sudah ada arahan khusus terkait hal ini?

Itu sedang digodok oleh Mendikti Saintek Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro dan Wamen Prof. Stella Chris­tie. Memang, Pak Presiden Prabowo menekankan penting­nya pendidikan dasar, khusus­nya penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Oleh karena itu, digitalisasi menjadi salah satu cara untuk mem­perkuat pembelajaran STEM.

Dengan teknologi digital, kita bisa membuat simulasi yang lebih mudah. Baik dalam ilmu Matematika, Kimia, Fisika, dan lainnya.

Beberapa minggu yang lalu, bersama Mendikdasmen dan Mendikti Saintek, saya dipanggil oleh Pak Presiden untuk mem­bahas upaya memperkuat pen­didikan STEM yang merata di seluruh sekolah di Indonesia, secara spesifik. Nantinya, kami akan melaporkan perkembangan ini dan menyampaikannya ke­pada publik.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sekitar 4-5 Persen, Karena Perusahaan Sedang Sulit

Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendi­dikan (LPDP) disebut tidak wajib kembali ke Tanah Air, setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Padahal, pem­berian beasiswa ini merupakan bentuk investasi negara. Bagaimana tanggapan Bapak?

Saya sudah berbicara dengan Mendikti Saintek Prof. Satryo, dan beliau menyampaikan bahwa pengiriman pelajar ke luar negeri untuk menuntut ilmu di universitas terbaik dunia adalah sebuah investasi.

Sebagai negara, kita tentu berharap bisa memetik hasil dari investasi tersebut. Namun, investasi ini akan berbuah, jika kita memaksimalkan hasil­nya. Selesai kuliah, kami ber­harap penerima LPDP punya pengalaman bekerja di luar negeri.

Pengalaman kerja setelah kuliah ini menjadi bagian dari pembelajaran pasca-sekolah. Karena itu, mereka tetap harus kembali dan memberikan kontri­busi kepada Tanah Air.

Baca juga : Muzani Ajak Rakyat Guyub

Di LPDP, ada satuan tu­gas (task force) yang sedang merumuskan hal ini. Setelah mendapatkan laporan dari LPDP, kami akan duduk ber­sama Mendikti Saintek, Menteri Keuangan (Menkeu), dan Men­teri Perencanaan Pembangu­nan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas untuk membahas hal tersebut.

Prinsip dasarnya, investasi negara harus memberikan man­faat, baik dalam bentuk pengalaman kerja, inovasi, maupun kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia. Kami berharap, penerima LPDP dapat mem­bawa pulang portofolio yang lebih bagus, pengalaman kerja yang lebih kaya, dan jaringan yang luas -termasuk di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, dan investasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense