Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rapat Menhut Dengan Komisi IV DPR
Awalnya Adem, Kemudian Riuh
Kamis, 21 November 2024 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap adanya makan malam dengan salah satu anggota Komisi IV DPR. Gara-gara adanya makan malam ini, rapat kerja yang semula adem berubah riuh.
Raja Juli mengungkapkan makan malam ini ketika merespons masukan dari anggota Komisi IV DPR Hanan A. Rozak.
Hanan saat itu memberikan catatan terkait program kegiatan kementerian terkait dengan dukungan kehutanan terhadap swasembada pangan.
Menurut Hanan, program Kemenhut mewujudkan swasembada pangan ini tidak mesti dalam bentuk tanam padi-tanam jagung. Ketersediaan air dalam menopang produksi pangan jangan sampai terganggu.
“Bendungan yang telah dibangun oleh PU (Kementerian Pekerjaan Umum) itu mesti dipastikan airnya cukup,” kata Hanan saat rapat kerja Komisi IV DPR dengan Kemenhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Baca juga : Dirut Telkom Usul Ada Tarif Batas Atas-Bawah
Hanan mengaku tak jarang mendapati ada bendungan yang sudah dibangun, namun ketika dioperasikan menemui kendala pendangkalan. Pendangkalan ini terjadi, salah satunya akibat hilangnya daerah tangkapan air.
“Jadi tolong, (kementerian) Kehutanan fokus dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya) terkait dukungan terhadap swasembada pangan, yaitu mengamankan catchment area (daerah tangkapan air) untuk mendukung irigasi bisa berjalan baik,” ujar politisi Golkar ini.
Raja Juli sangat setuju dengan catatan Hanan. Dia pun ujug-ujug mengungkapkan adanya makan malam antara dia dengan Hanan, beberapa waktu lalu.
“Pak Hanan, saya setuju Pak Hanan. Terakhir ketemu makan malam dengan Pak Hanan beberapa saat lalu,” ujar Raja Juli.
Mendengar adanya makan malam Menhut dengan Hanan, sontak suasana sidang yang semula adem, tiba-tiba menjadi riuh.
Baca juga : Wamenkeu: Tantangan Bisa Dijadikan Peluang
“Owh,” sontak para anggota Komisi IV DPR yang hadir dalam rapat kerja tersebut.
Mendengar 'owh' dari sejumlah mitra kerjanya, Raja Juli langsung buru-buru klarifikasi. Menurutnya, makan malam ini terjadi sebelum Hanan terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2024-2029.
Hanan merupakan anggota DPR periode 2019-2024 dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Lampung. Pada periode lalu, dia duduk di Komisi IV DPR yang membidangi masalah pertanian, perikanan, kelautan, kehutanan dan lingkungan hidup. Di periode ini, dia kembali ditugaskan duduk di Komisi IV DPR.
“Sebelum jadi anggota DPR pada periode ini. Jadi harus dicatat. Bapak terpilih kembali kan, Pak, ya? Jadi anggota DPR di komisi yang lama, yang lainnya, Pak. Jadi bukan urusan di komisi ini,” ujarnya.
Raja Juli melanjutkan, dia sangat setuju bahwa daerah tangkapan air ini harus dijaga keberlangsungannya.
Baca juga : Mobil Pangan Murah Akan Ditambah 44 Unit
Walau demikian, Kemenhut mendukung swasembada pangan ini sesuai tupoksinya. Pihaknya tidak akan membuat program yang malah melebihi kapasitas, apalagi anggaran Kemenhut saat ini terbilang kecil.
“Jadi kalau ada (program) penanaman jagung, itu bagian dari program sosial tadi, Pak, yang memang mau nggak mau harus diinisiasi,” sebutnya.
Dia bilang, program dukungan swasembada pangan untuk kawasan perhutanan sosial sebaiknya bekerja sama dengan Pemerintah daerah (Pemda) yang memiliki anggaran. Contohnya, program perhutanan sosial di Lumajang yang sukses mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.
Kemenhut, lanjutnya, tidak menyediakan sapinya, tapi menyediakan konsep dan hutannya, perhutanan sosialnya. Dengan kerja sama multi-stakeholder itu, masyarakat dapat penghasilan yang lebih baik.
“Tapi sekali lagi, Pak, itu tanggung jawab Menteri Pertanian dan kerjaan kita saja sudah cukup banyak dan melelahkan. Kita tidak akan ambil pekerjaan kementerian lain,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya