BREAKING NEWS
 

Ringankan Penderitaan

Kementerian Imipas Kirim Bantuan Untuk Korban Erupsi Lewotobi

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 25 November 2024 16:55 WIB
Menteri Imipas Agus Andrianto (tengah) bersama Wamen Imipas Silmy Karim (kanan), didampingi Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, saat memimpin langsung pengiriman bantuan bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (25/11/2024). (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengirimkan bantuan untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjelaskan, penyaluran bantuan kemanusiaan ini berjalan atas kolaborasi bersama jajaran TNI alumni Akabri tahun 1989.

Pengiriman bantuan ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban para korban.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama rekan media dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta rekan-rekan alumni (Akabri) Angkatan 89 yang berkontribusi dalam penyaluran bantuan hari ini,” ujarnya dalam seremonial penyerahan bantuan di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (25/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus hadir bersama Wakil Menteri Imipas Silmy Karim.

Secara simbolis bantuan kemanusiaan diserahkan kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Andyawan Martono.

Bantuan ini akan dikirim lewat jalur udara dan laut. Jalur udara menggunakan pesawat Hercules milik TNI. Lalu pendistribusian laut melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Wilayah VII bersama Divisi Imigrasi serta Divisi Pemasyarakatan NTT.

Baca juga : Kementerian PKP Berencana Bangun 2.700 Huntap Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Agus merinci, bantuan yang dikirim berupa beras, susu formula, 12.500 bungkus mie instan dan 2.500 bungkus biskuit.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengirim kebutuhan lain berupa 500 pembalut, 2.500 pakaian layak pakai, dan 500 popok dan perlengkapan bayi lainnya.

"Kita juga mengirim 2.500 paket obat-obatan, 2.500 paket selimut, 3.500 perlengkapan pakaian, 200 dus air mineral dan lainnya," ungkap Agus.

Ia mengungkapkan, bantuan yang berada di Base Ops Bandara Halim ini belum semuanya dipasok. Soalnya, tidak semua diangkut jalur udara. Kementerian Imipas juga menggunakan jalur laut.

“Kapasitas pesawat ini hanya sekitar 9 ton. Nanti akan bertambah. Untuk ini masih 2,4 ton,” tuturnya.

Eks Wakapolri ini menerangkan, seluruh bantuan ini baru akan diangkut pada Rabu (27/11/2024) ke Lanud El Tari Kupang, Provinsi NTT.

Adsense

Dari NTT kemudian digeser ke Lanal, untuk dilaksanakan pengiriman lewat jalur laut.

Baca juga : Gercep! Insight Investments Bareng PKBI Bantu Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi

“Selanjutnya akan segera disalurkan ke lokasi melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” paparnya.

Selain bantuan kebutuhan pokok, TNI Angkatan Darat (TNI AD) juga mengerahkan banyak personel untuk membantu masyarakat terdampak.

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, Pengiriman bantuan melibatkan 237 personel gabungan. 

TNI AD melalui Kodam IX/Udayana segera memerintahkan Korem 161/Wira Sakti untuk memimpin operasi tanggap darurat di wilayah terdampak.

“Upaya mitigasi dan penanganan pascabencana menjadi prioritas kami,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala BNPB, Suharyanto menyatakan, Pemerintah Pusat terus bersinergi membantu penanganan para korban.

Seluruh bantuan terutama jenis kebutuhan pokok yang terus berdatangan, dinilai sangat bermanfaat bagi para korban.

Baca juga : Pemerintah Bangun 2.700 Rumah Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan menyebut, bantuan berupa pangan, air bersih, pakaian, hunian sementara, dan fasilitas kesehatan telah disediakan dan ditambah untuk para warga terdampak.

“Kebutuhan dasar tercukupi. Perlindungan untuk kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia juga menjadi prioritas kami,” tuturnya.

Fajar menambahkan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bersinergi dalam membantu para korban erupsi.

“Kebutuhan dasar sudah aman sejak awal masa tanggap darurat, dan ke depan akan terus kita jaga, meskipun mungkin butuh penebalan logistik di beberapa titik," ucapnya.

BNPB juga melaporkan, enam posko pengungsian telah didirikan di lokasi-lokasi yang dinyatakan aman dari dampak erupsi berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Geologi.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan status tanggap darurat selama 58 hari, berlaku sejak 4 November hingga 31 Desember 2024.

Penetapan ini menyusul peningkatan status Gunung Lewotobi, dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense