Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementerian PKP Berencana Bangun 2.700 Huntap Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Jumat, 22 November 2024 12:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 2.700 unit huniat tetap (Huntap) akan dibangun sebagai tempat relokasi hunian warga terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Pembangun akan dilakukan dalam waktu sekitar 5,5 bulan.
“Kami akan berkoordinasi dengan BNPB dan Pemda setempat guna mempercepat pembangunan 2.700 unit Huntap bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Menurutnya, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 5,5 bulan untuk menyelesaikan pembangunan Huntap. Hal itu karena harus menunggu proses perizinan, mobilisasi bahan bangunan dan keamanan di lokasi.
Baca juga : Gercep! Insight Investments Bareng PKBI Bantu Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi
"Dari segi infrastrukturnya beres, dari keamanannya, dari geologi oke, dari BNPB oke, kami butuh waktu sekitar 5,5 bulan untuk membangun hunian itu. Ada proses perizinan dan keamanannya," katanya.
Dalam proses pembangunannya, imbuhnya, dirinya berharap semangat gotong royong dari berbagai pihak juga diperlukan.
Selain itu, dirinya juga memastikan bahan baku rumah tahan gempa juga akan segera dikirim ke lapangan sehingga bisa dirakit dalam waktu cepat.
Baca juga : Pemerintah Bangun 2.700 Rumah Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
"Saat ini bahan baku pembuatan rumah sudah tersedia di kawasan sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Kami harap pembangunan bisa dilakukan dengan gotong royong dan melibatkan masyarakat sekitar dan UMKM sehingga ada lapangan pekerjaan," terangnya.
Sementara Menko PMK, Pratikno menjelaskan, saat ini aktivitas Gunung Lewotobi Laki - Laki masih berlangsung namun tidak ada gejala peningkatan. Selain itu, berdasarkan data di lapangan radius zona bahaya sudah dikurangi.
"Jumlah warga yang tercatat sebagai pengungsi yang terpusat sudah mengalami penurunan jadi sekitar 5.117 jiwa. Sedangkan lebih banyak adalah pengungsi mandiri yang bergabung ke sanak keluarga di sekitar situ. Pengungsi mandiri lebih banyak dan jumlahnya lebih dari 6.417 jiwa," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya