Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditargetkan Selesai 5,5 Bulan
Pemerintah Bangun 2.700 Rumah Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Rabu, 20 November 2024 23:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah segera membangun hunian sementara bagi para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki, NTT.
Hal ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat karena saat ini tengah memasuki musim penghujan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki.
"Hunian sementara ini disegerakan karena kita sebentar lagi akan menghadapi risiko musim hujan dan nanti ada liburan Natal jadi kita akan mempercepat," kata Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Baca juga : Pemerintah Jamin Hak Pilih Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Aman
Pratikno menjelaskan, selain membangun hunian sementara, Pemerintah juga akan membantu proses relokasi mandiri, renovasi rumah, dan penyiapan untuk hunian tetap.
Menurutnya, Pemerintah Pusat dan daerah sudah memetakan lokasi mana saja yang akan dibangun hunian tetap.
"Itu sudah diidentifikasi, akan kita perdalam lebih lanjut administrasinya. Sudah dibahas dengan warga. Jadi dialog dengan warga ini intensif dilakukan dalam rangka untuk penentuan hunian tetap," ujarnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan, Pemerintah bakal menyiapkan sekitar 2.700 rumah.
Baca juga : Yayasan WINGS Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Menurutnya, pembangunan hunian tetap itu akan memerlukan waktu sekitar 5,5 bulan.
"Bangunan untuk rumah sudah siap kami jalankan, tinggal manajemen waktu, diorkestrasi dengan sangat baik oleh Pak Menko Pratikno," katanya.
Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait memastikan bahan baku pembangunan rumah menggunaka yang di sekitar masyarakat di Flores Timur. Hal ini sekaligus akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Ara menjelaskan, proses relokasi ke tempat hunian baru ini melalui pendekatan dialog. Masyarakat diajak berdiskusi apakah bersedia di relokasi ke tempat baru atau ada opsi lain yang mereka inginkan.
Baca juga : Polri Kirim Tim Pemulihan Trauma Korban Erupsi Gunung Lewotobi
"Karena ini memindahkan bukan hanya rumah tapi kehidupan. Ada yang sudah puluhan tahun tinggal di situ, bahkan ratusan tahun," jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya