RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berupaya mencegah bencana hidrometeorologi. Salah satunya, dengan menguatkan sistem pemantauan dini serta memastikan kesiapan penuh untuk merespons situasi darurat dan pasca-bencana.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (2/1/2025).
Dia menjelaskan, selain modifikasi cuaca, infrastruktur yang sudah ada harus dioptimalkan. Juga, melaksanakan apel rutin siaga bencana. “Sehingga bisa mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujar Pratikno.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, wilayah Indonesia saat ini berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi. Potensi curah hujan tertinggi berlangsung pada Desember 2024 hingga Januari 2025.
Baca juga : Sidang Sengketa 314 Kasus Pilkada Dimulai
Pratikno menambahkan, mitigasi proaktif dan mendorong perubahan pola pikir masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan adalah langkah pencegahan terjadinya bencana hidrometeorologi. Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan sinergi yang terkoordinasi dalam pelaksanaan penanganan bencana di lapangan.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” imbuh eks Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini.
Selain upaya-upaya tadi, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyerahkan bantuan dana siap pakai kepada Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota untuk penanganan bencana hidrometeorologi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya, dengan melakukan apel kesiapsiagaan personel dan peralatan. Tujuannya, untuk mengetahui kekuatan daerah dalam menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Baca juga : Penanganan Stunting Kudu Optimal Dan Tepat Sasaran
Suharyanto berharap, meningkatnya kesiapsiagaan dari seluruh pihak bisa meminimalisir dampak bencana. “Bencana tidak bisa kita cegah, tapi yang harus kita upayakan kurangi dampaknya, baik kerusakan infrastruktur dan korban meninggal dunia dan luka-luka,” ujar Suharyanto.
Sementara, Kepala BMKG Dwikorita mengimbau seluruh masyarakat terus memantau perkiraan cuaca. Sehingga, dapat mengantisipasi jika terjadinya curah hujan yang cukup tinggi.
“Bisa memantau melalui aplikasi smartphone Info BMKG. Di situ tertera informasi cuaca hingga 6 hari ke depan,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengingatkan adanya potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi di awal tahun. BG, sapaan akrab Budi Gunawan, menjelaskan bahwa saat ini terjadi peningkatan curah hujan sebesar 20 persen di berbagai wilayah di Indonesia. Akan ada potensi bencana banjir, tanah longsor, hingga ketinggian ombak di pesisir pantai.
Baca juga : Pujian Bos Mercedes, Hamilton Diwarisi Keajaiban
“Kami mengingatkan beberapa hal yang terkait dengan potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang dimungkinkan masih terjadi,” ingatnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.