BREAKING NEWS
 

Perkuat Pemantauan Dini

Pemerintah Siaga Cegah Bencana Hidrometeorologi

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Jumat, 3 Januari 2025 07:35 WIB
Menko PMK Praktikno mengunjungi Museum La Galigo, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/1/2025). Praktikno menyebut, museum ini memiliki koleksi peninggalan sejarah yang lengkap, mulai dari zaman prasejarah hingga revolusi kemerdekaan. (Foto: Humas Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berupaya mencegah bencana hidrometeorologi. Salah satunya, dengan menguatkan sistem pemantauan dini serta memastikan kesiapan penuh untuk merespons situasi darurat dan pasca-bencana.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Ben­cana Hidrometeorologi, di Kan­tor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (2/1/2025).

Dia menjelaskan, selain modi­fikasi cuaca, infrastruktur yang sudah ada harus dioptimalkan. Juga, melaksanakan apel rutin siaga bencana. “Sehingga bisa mencegah terjadinya bencana hi­drometeorologi,” ujar Pratikno.

Badan Meteorologi, Klima­tologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, wilayah Indone­sia saat ini berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi. Potensi curah hujan tertinggi berlangsung pada Desem­ber 2024 hingga Januari 2025.

Baca juga : Sidang Sengketa 314 Kasus Pilkada Dimulai

Pratikno menambahkan, miti­gasi proaktif dan mendorong perubahan pola pikir masyarakat untuk selalu menjaga kelestar­ian lingkungan adalah langkah pencegahan terjadinya bencana hidrometeorologi. Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mencip­takan sinergi yang terkoordinasi dalam pelaksanaan penanganan bencana di lapangan.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” imbuh eks Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini.

Adsense

Selain upaya-upaya tadi, Pe­merintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Ben­cana (BNPB) juga telah menyerahkan bantuan dana siap pakai kepada Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota untuk penangan­an bencana hidrometeorologi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya, dengan melaku­kan apel kesiapsiagaan personel dan peralatan. Tujuannya, untuk mengetahui kekuatan daerah da­lam menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Baca juga : Penanganan Stunting Kudu Optimal Dan Tepat Sasaran

Suharyanto berharap, meningkatnya kesiapsiagaan dari seluruh pihak bisa meminimalisir dampak bencana. “Bencana tidak bisa kita cegah, tapi yang harus kita upayakan kurangi dampak­nya, baik kerusakan infrastruktur dan korban meninggal dunia dan luka-luka,” ujar Suharyanto.

Sementara, Kepala BMKG Dwikorita mengimbau seluruh masyarakat terus memantau perkiraan cuaca. Sehingga, dapat mengantisipasi jika terjadinya curah hujan yang cukup tinggi.

“Bisa memantau melalui ap­likasi smartphone Info BMKG. Di situ tertera informasi cuaca hingga 6 hari ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koor­dinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengingatkan adanya potensi ancaman ben­cana hidrometeorologi yang mungkin terjadi di awal ta­hun. BG, sapaan akrab Budi Gunawan, menjelaskan bahwa saat ini terjadi peningkatan curah hujan sebesar 20 persen di berbagai wilayah di Indonesia. Akan ada potensi bencana banjir, tanah longsor, hingga ketinggian ombak di pesisir pantai.

Baca juga : Pujian Bos Mercedes, Hamilton Diwarisi Keajaiban

“Kami mengingatkan be­berapa hal yang terkait dengan potensi ancaman bencana hidro­meteorologi yang dimungkinkan masih terjadi,” ingatnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense