BREAKING NEWS
 

Dukung Program Prioritas Nasional, KPK Rekonstruksi Anggaran Tahun 2025

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 12 Februari 2025 15:37 WIB
Foto: KPK.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan langkah rekonstruksi anggaran tahun 2025 kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono menegaskan, rekonstruksi anggaran tersebut merupakan bentuk dukungan KPK dalam program prioritas nasional, seperti swasembada pangan, ketahanan energi, dan akselerasi hilirisasi.

“Pagu KPK tahun 2025 sebelum rekonstruksi adalah Rp 1,237 triliun, lalu kemudian setelah rekonstruksi menjadi Rp 1,036 triliun, sehingga efisiensi dari KPK mencapai Rp 201 miliar,” terang Agus.

Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, KPK menyesuaikan anggarannya untuk mendukung kebijakan tersebut.

Baca juga : KPK Dorong Penerapan PANCEK untuk Swasta

Mata anggaran pada pos belanja barang disesuaikan menjadi Rp 239 miliar, dari sebelumnya Rp 428 miliar atau mencapai 45 persen.

Pada pos belanja modal, dilakukan efisiensi sebesar 37 persen, sehingga menjadi Rp 11,82 miliar yang sebelumnya adalah Rp 18,72 miliar.

“Upaya ini merupakan bentuk dukungan penuh KPK kepada pemerintah,” tambah Agus.

Adsense

Langkah rekonstruksi anggaran lainnya dilakukan KPK dengan penyesuaian pada sejumlah aspek, di antaranya terkait perjalanan dinas, dan optimalisasi teknologi informasi untuk kegiatan rapat dan seminar.

Baca juga : Juara ESOLIO Nasional Berhak Wakili Indonesia di Tingkat Internasional 2025

Kemudian, pembatasan kegiatan seremonial, pengadaan souvenir, serta efisiensi penggunaan jasa konsultan/ahli.

“Dalam konteks biaya pemeliharaan, belanja barang dan jasa, KPK juga sudah cukup efisien, karena kami tidak menyediakan fasilitas rumah dan kendaraan dinas bagi pejabat dan pegawai,” jelasnya. 

Meski demikian, Agus menegaskan, rekonstruksi anggaran tidak berdampak signifikan pada upaya pemberantasan korupsi.

Hal ini selaras dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Baca juga : Rame Konser Internasional, Ekonomi Jakarta Diprediksi Tumbuh Kuat Di Triwulan I 2025

“Agar tetap berjalan optimal, Insan KPK akan mendapat tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya,” tuturnya. 

Rekonstruksi anggaran yang dilakukan KPK direspons positif anggota komisi III DPR RI. Salah satunya, Rudianto Lallo, yang menyebut para penegak hukum harus tetap kuat dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya.

“Pedang keadilan bisa ikut serta mensejahterakan rakyat, dengan cara apa? Tentu dengan penegakan hukum. Bagaimana penerimaan negara bisa masuk dari pemulihan aset di bidang pemberantasan korupsi, minimal dengan menekan potensi kebocoran di sejumlah sektor,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa, perwakilan dari Biro Keuangan KPK, dan Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi KPK.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense