Dark/Light Mode

BUMN All Out Realisasikan Program Prioritas Pemerintah

Minggu, 9 Februari 2025 07:05 WIB
Ilustrasi gedung Kementerian BUMN. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi gedung Kementerian BUMN. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiatif Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempercepat realisasi program prioritas Pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, memberikan dampak positif. Langkah itu meningkatkan optimistis perekonomian Indonesia akan semakin maju.

Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir mencatat sejumlah pen­capaian dalam mempercepat realisasi program prioritas Pemerintah dalam 100 hari kerja Pemerintahan Prabowo Subianto.

Pengamat BUMN dari Uni­versitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai positif inisiatif Kementerian BUMN dalam menyukseskan Program Asta Cita Pemerintah. Karena, untuk mencapai target, dukungan dan kontribusi perusahaan pelat merah secara all out sangat dibutuhkan.

“BUMN harus memfokus­kan programnya sebagai wu­jud keberpihakan rakyat. Ter­masuk kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, hingga mendorong akses pembiayaan inklusif yang terus diperluas,” kata Toto ke­pada Rakyat Merdeka, Sabtu (7/2/2025).

Selain itu, program pengem­bangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penciptaan lapangan kerja juga terus diperluas.

Baca juga : Transjakarta Dikenakan Sanksi Denda Rp 3,2 M

“Melalui peran BUMN, Indo­nesia tetap optimis menuju era ekonomi yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meski begitu, Toto mengimbau, dalam membantu pro­gram Asta Cita Pemerintah, BUMN harus tetap memperkuat infrastrukturnya, termasuk dari sisi kinerja keuangan. Meng­ingat BUMN juga berkontri­busi besar terhadap pendapatan negara melalui peningkatan dividen.

“Jangan sampai awalnya tu­juannya baik, nanti malah mem­bebani kinerja perusahaan,” tuturnya.

Terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, tidak ada salahnya jika Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo banyak di-support oleh BUMN.

Sebab, imbuh Tauhid, hal tersebut menunjukkan komit­men perusahaan negara dalam mendukung program prioritas Pemerintah.

Baca juga : Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Dirjen Anggaran Kemenkeu Ditahan Kejaksaan Agung

Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi Program Asta Cita, dan mem­berikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Namun tetap perlu dikaji lebih lanjut efektivitas dan dampak jangka panjang dari keterlibatan BUMN yang be­gitu besar,” imbau Tauhid ke­pada Rakyat Merdeka, Minggu (26/1/2025).

Tauhid menjelaskan, Kementerian BUMN telah menekankan tiga fokus peran perusahaan pelat merah yang perlu dioptimalkan dalam lima tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Yakni meliputi dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, melakukan pembangunan berkelanjutan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memberikan kontribusi terhadap negara.

Dan saat ini yang menjadi sorotan, lanjut Tauhid, adalah program hapus tagih kredit se­banyak 1,09 juta pelaku UMKM di bank BUMN, diharapkan terus meningkat.

Baca juga : Tatib DPR Melebar Jadi Isu Pecat Pejabat, Dasco Bingung

"Serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan, semoga bisa memberikan multiplier effect ke UMKM,” harap Tauhid.

Sebelumnya, Menteri Erick mengungkapkan bahwa Ke­menterian BUMN mengambil inisiatif mempercepat program-program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Program tersebut meliputi hilirisasi industri, pembangu­nan infrastruktur, pelayanan masyarakat, stabilisasi harga pangan, pengembangan sum­ber daya manusia, dan energi berkelanjutan,” ucap Erick di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

Menurut Erick, kolaborasi lintas kementerian dan badan ini adalah momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.