BREAKING NEWS
 

Menperin: Aksi Premanisme Di Kawasan Industri Bisa Hambat Investasi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 17 Februari 2025 23:22 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti maraknya aksi premanisme di kawasan industri yang dilaporkan oleh sejumlah perusahaan. Menurutnya, gangguan ini bukan hanya merugikan industri tetapi juga berpotensi menghambat investasi masuk ke Indonesia.

“Ada laporan mengenai tindakan premanisme yang mengganggu operasional industri. Jika dibiarkan, ini bisa menyulitkan investor yang ingin masuk ke Indonesia,” ujar Agus dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Adsense

Baca juga : Kementerian PKP Siapkan Rp 255 M Untuk Permak Hunian Di Kawasan Pesisir

Agus menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas untuk menertibkan aksi premanisme ini. Ia menyatakan akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di daerah untuk memastikan keamanan kawasan industri.

Menurutnya, meskipun ada banyak faktor yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modalnya di suatu negara, situasi keamanan dan kepastian hukum tetap menjadi faktor utama. Jika gangguan seperti ini terus berlanjut, maka kepercayaan investor terhadap Indonesia bisa terganggu.

Baca juga : Berkat PNM, Anak Petani Bawang Bisa Berangkat Ke Korea

“Saya sangat khawatir hal ini akan mengubah sikap atau keinginan mereka untuk berinvestasi di Tanah Air,” lanjutnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan industri yang aman dan kondusif, sehingga investasi dapat terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense