RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan, Sanken di Cikarang yang akan berhenti berproduksi berbeda dengan pabrik Sanken di Kabupaten Tangerang atau yang lebih dikenal dengan PT Sanken Argadwija.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta mengatakan, PT Sanken Argadwija sendiri memproduksi peralatan rumah tangga seperti dispenser, rice cooker, dan sebagainya.
Baca juga : Kemenperin: Pabrik Sanken Di Cikarang Tutup Juni, Produksi Dialihkan Ke Jepang
"Ini (pabrik) Sanken yang (tutup) memproduksi transformator, UPS, sama power supply. Nah, power supply ini kondisinya sekarang produksinya mereka ini 40 persen ekspor, sisanya dalam negeri," ujar Setia seperti ditulis Kamis (20/2/2025).
Pabrik yang akan ditutup tersebut merupakan fasilitas yang seluruhnya berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan tidak berhubungan langsung dengan Sanken Indonesia. Setia menjelaskan, produksi di pabrik ini memang mengalami penurunan secara bertahap, dengan tingkat utilisasi yang hanya mencapai 14 persen pada tahun 2024.
Baca juga : Pemerintah Dukung Gebrakan Inovasi Motor Listrik Yadea
Sanken telah menyampaikan informasi penutupan pabrik melalui sistem Online Single Submission (OSS). “Di OSS itu Juni 2025,” kata Setia.
Penutupan ini merupakan keputusan dari induk perusahaan di Jepang, yang berencana mengubah fokus produksi menjadi semikonduktor. “Karena permintaan dari mother company di Jepang untuk menutup line produksi di Indonesia, yang nantinya akan dipindahkan ke Jepang untuk menjadi semikonduktor,” ujar Setia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.