Dark/Light Mode

Kemenperin: Pabrik Sanken Di Cikarang Tutup Juni, Produksi Dialihkan Ke Jepang

Kamis, 20 Februari 2025 12:58 WIB
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta. (Foto: Ist)
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengonfirmasi bahwa pabrik perusahaan elektronik, Sanken, yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Cikarang, akan menghentikan produksinya pada Juni 2025.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta mengatakan, informasi ini telah disampaikan perusahaan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Baca juga : Staf Presiden Rusia Pastikan, Putin Dan Trump Tidak Akan Bertemu Pekan Depan

“Di OSS itu Juni 2025,” kata Setia saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/2).

Pabrik yang akan ditutup tersebut merupakan fasilitas yang seluruhnya berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan tidak berhubungan langsung dengan Sanken Indonesia. Setia menjelaskan bahwa produksi di pabrik ini memang mengalami penurunan secara bertahap, dengan tingkat utilisasi yang hanya mencapai 14 persen pada tahun 2024.

Baca juga : Ini Daftar 44 Puskesmas Di Jakarta Yang Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Ini (pabrik) Sanken yang (tutup) memproduksi transformator, UPS, sama power supply. Nah, power supply ini kondisinya sekarang produksinya mereka ini 40 persen ekspor, sisanya dalam negeri," ujar Setia.

Penutupan ini merupakan keputusan dari induk perusahaan di Jepang, yang berencana mengubah fokus produksi menjadi semikonduktor. “Karena permintaan dari mother company di Jepang untuk menutup line produksi di Indonesia, yang nantinya akan dipindahkan ke Jepang untuk menjadi semikonduktor,” ujar Setia.

Baca juga : Pemprov Jabar Awasi Pembongkaran Pagar Laut di Perairan Pal Jaya

Meskipun akan menghentikan produksi, Setia menegaskan bahwa perusahaan telah menunjukkan itikad baik dengan melaporkan rencana ini secara resmi. “Mereka sudah melaporkan, dan saya pikir pasti sudah ada SOP yang mereka jalankan untuk proses penutupan ini,” tambahnya.

Setia pun menyampaikan bahwa pabrik Sanken yang akan berhenti berproduksi ini berbeda dengan pabrik Sanken di Kabupaten Tangerang atau yang lebih dikenal dengan PT Sanken Argadwija. PT Sanken Argadwija sendiri memproduksi peralatan rumah tangga seperti dispenser, rice cooker, dan sebagainya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.