BREAKING NEWS
 

Wamensos: Grebeg Ketupat Bisa Jadi Momentum Kebangkitan Pemberdayaan Masyarakat

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 6 April 2025 17:54 WIB
Foto: Humas Sentra Antasena Kemensos.

RM.id  Rakyat Merdeka - Grebeg Ketupat yang digelar sepekan setelah Idul Fitri tak cuma sebuah tradisi seremonial. Semangat di balik perayaan ini adalah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menghadiri Grebeg Ketupat di Lapangan drh. Soepardi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025).

"Jadi Grebeg Ketupat itu menurut saya, bagi Kabupaten Magelang, bagi pak bupati, bagi masyarakat adalah momentum kebangkitan masyarakat Magelang, terutama untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Agus Jabo.

Dia menambahkan, pemerintah  melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan senantiasa mendukung upaya-upaya pemberdayaan masyarakat melalui aksi nyata.

Baca juga : Bamsoet: Jadikan Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan dalam Keberagaman

"Kita ingin masyarakat ini bisa berdaya, bisa mandiri, mereka punya penghasilan sendiri. Yang bekerja kita kasih lapangan pekerjaan, yang mau usaha kita kasih lapangan usaha," tuturnya. 

Agus Jabo menyebut, Kabupaten Magelang merupakan wilayah pertanian yang memiliki banyak potensi. Di antaranya, sejarah panjang dengan beragam kekayaan budaya.

Kemensos bersama Pemkab Magelang akan bersinergi menggali potensi-potensi ini untuk dijadikan basis untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Adsense

"Sehingga tingkat kemiskinan yang ada di Magelang bisa kita selesaikan dan masyarakat bisa maju, bisa mandiri, bisa makmur, bisa bahagia lahir dan batin," ucapnya. 

Baca juga : Menag Ajak Jadikan Idul Fitri Momentum Tingkatkan Sinergi dan Cegah Korupsi

Agus Jabo mengungkapkan, saat ini Bupati Magelang, Grengseng Pamuji beserta jajaran sedang menghimpun seluruh potensi yang ada di Magelang.

"Kami berharap Magelang menjadi daerah yang maju. Karena Magelang ini adalah ikon budaya ya, ada Borobudur, ada (Candi) Mendut, ada banyak lagi situs-situs (sejarah dan budaya) yang lain," kata Agus Jabo.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji mengatakan, Grebeg Ketupat sebelumnya sudah berjalan di Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah.

Namun, ia mengatakan, mulai tahun ini, tradisi tersebut diangkat ke tingkat kabupaten agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Baca juga : Taspen Dan Bank Mandiri Taspen Berangkatkan Ratusan Pemudik Ke Kampung Halaman

"Kita tarik menjadi perannya di Kabupaten Magelang. Jadi mulai hari ini, Insya Allah Grebeg Ketupat akan menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Magelang," ujar Grengseng.

Dia berharap, acara Grebeg Ketupat ini juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga bisa menggerakkan roda ekonomi secara riil.

Grengseng juga berharap, acara ini akan berdampak kepada sektor pariwisata. Pihaknya akan mendorong wilayah Borobudur menjadi destinasi wisata nasional yang tidak hanya tergantung oleh Candi Borobudur.

"Tetapi kreativitas masyarakat seperti ini bisa digunakan menjadi satu destinasi juga," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense