BREAKING NEWS
 

Di Rakornas Dukcapil 2025

Dirjen Teguh Ungkap Isu Nasional-Global Terkait Data Kependudukan Digital

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 23 April 2025 16:00 WIB
Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Rakornas Dukcapil Tahun 2025 resmi dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, di Kantor Kemendagri, Pasar Minggu, Rabu (23/4/2025).

Kegiatan tahunan yang diikuti jajaran Dukcapil seluruh Indonesia ini dilandasi pada beberapa urgensi.

Di antaranya, upaya mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas Tahun 2045, sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung Asta Cita.

"Sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya Asta Cita Keempat, Keenam dan Ketujuh, dan isu nasional dan global yang berkembang terkait dengan tata kelola dan pendayagunaan data kependudukan berbasis digital," ungkap Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam laporannya saat pembukaan Rakornas Dukcapil Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Berkaitan dengan urgensi pelaksanaan Rakornas Dukcapil Tahun 2025, Teguh menyampaikan beberapa isu nasional dan global.

Baca juga : Rakornas Dukcapil 2025 Digelar Sederhana Secara Hybrid

Di antaranya, Target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tujuan ke-16 dan sasaran ke-9 tentang identitas hukum bagi semua warga semakin mendesak.

Mengingat masih ada sekitar 800 juta orang di dunia yang tidak tercatat secara administratif, yang menghambat akses mereka terhadap layanan dasar.

"Perlu kami laporkan jumlah penduduk Indonesia yang tercatat dalam database nasional dan sudah ber-NIK pada Semester II Tahun 2024 sejumlah 284.973.643 jiwa, serta lebih dari 99 persen penduduk sudah merekam data KTP elektronik," urai Teguh.

Namun demikian, sambung Teguh, dinamika data kependudukan yang terus berubah setiap waktu (seperti lahir, mati, kawin, cerai, pindah, datang, dan perubahan elemen data lainnya) masih menjadi tantangan saat ini. Diperlukan upaya maksimal agar data kependudukan terus ter-update.

Adsense

"Selain itu, tantangan cakupan di wilayah Indonesia timur, daerah perbatasan, suku pedalaman, daerah 3T, dan WNI di luar negeri perlu menjadi perhatian kita semua," jelasnya.

Baca juga : BRI Microfinance Outlook 2025 Hadirkan Narasumber Terkemuka Dunia

Di sisi lain, Teguh juga menyampaikan, dalam menghadapi gelombang transformasi digital 2025, banyak negara telah mengadopsi kebijakan identitas digital yang lebih agresif.

India dengan Aadhaar-nya kini telah terintegrasi dengan layanan kesehatan dan subsidi energi. Sementara Uni Eropa memperkuat eIDAS 2.0 untuk interoperabilitas identitas digital lintas negara.

"Di tengah persaingan ini, kita perlu mengupayakan agar IKD tidak hanya menjadi alat administrasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi digital," ungkap Teguh.

Selain itu, Pj Gubernur DKI Jakarta periode 18 Oktober 2024-20 Februari 2025 tersebut juga mengungkapkan, isu global lainnya yang terkait dengan masalah Dukcapil ialah isu keamanan siber dan privasi data.

Kemudian, serangan ransomware dan kebocoran data, seperti yang terjadi di beberapa negara tahun lalu, menjadi pelajaran bersama dan pengingat bahwa sistem kependudukan perlu dibangun dengan prinsip zero-trust dan ketahanan siber.

Baca juga : Sidang Dugaan Korupsi Cap Lebur Emas, Terdakwa Klaim Tak Ada Keuntungan Pribadi

"Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting dalam menghadapi berbagai krisis. Konflik regional dan bencana alam menyebabkan lonjakan pengungsi yang membutuhkan identitas untuk akses bantuan," beber Teguh.

Di sisi lain, dijelaskan Teguh, Presidensi G20 Indonesia 2024 telah meletakkan dasar kolaborasi global dalam tata kelola data.

Momentum ini perlu digunakan untuk menjadikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai alat diplomasi digital, memperkuat kerja sama dengan organisasi seperti UNDP dan World Bank dalam program identitas inklusif.

"Berdasarkan isu yang kita hadapi tersebut, Rakornas Dukcapil 2025 ini menjadi forum untuk meningkatkan komitmen, memperkuat data kependudukan, dan IKD, agar dapat menjadi tulang punggung transformasi digital,” tutup Teguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense